Uang Hantaran Tak Lunas, Dipolisikan

Uang Hantaran Tak Lunas, Dipolisikan
Uang Hantaran Tak Lunas, Dipolisikan
TEBINGTINGGI- Apes benar nasib Fitrah Ramadani Damanik (25) ini. Warga Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tambangan, Tebing Tinggi itu, diadukan calon mertuanya sendiri hanya gara-gara tak bisa melunasi uang hantaran untuk perkawinannya dengan AR (14). 

Ceritanya, Fitrah berjanji pada keluarga calon istrinya, AR (14), akan memberkan uang hantaran sebesar Rp5,5 juta yang juga digunakan untuk modal pesta pernikahan mereka pada Rabu 11 Mei mendatang. Namun, hingga tenggat waktu yang dijanjikan, Fitrah tak bisa menepati janjinya.

Merasa dipermalukan, apalagi undangan sudah disebar, Fitrah dilaporkan ke polisi. “Aku cuma bisa mengumpulkan uang Rp700 ribu untuk biaya perkawinan dengan calon isteriku. Padahal sesuai dengan janjiku dengan calon mertua, kusanggupi biayanya sebesar Rp5,5 juta. Itupun dibuat di atas kertas segel, jika aku tak sanggup dilaporkan ke polisi,” ucapnya.

Lanjutnya, dia mengenal AR lewat telepon. Nomornya pun diperoleh dari temannya beberapa tahun lalu. Kedua insan berlainan jenis ini pun kerap berkomunikasi dan suatu hari mereka memutuskan untuk bertemu. Menurut pria bertubuh kurus ini dirinya telah tiga kali menyetubuhi AR. Pertama kali pada 24 April 2011. “Kedua, kami lakukan pada tanggal 1 Mei 2011. Dua kali kami lakukan di Hotel SDI (berlokasi di Dusun Suka Tani, Desa Suka Damai, Kec. Sei Bamban, Sergai),” jelasnya, mengaku persetubuhan terakhir terjadi di dekat rumah AR.

TEBINGTINGGI- Apes benar nasib Fitrah Ramadani Damanik (25) ini. Warga Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tambangan, Tebing Tinggi itu, diadukan calon

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News