Uang Ratusan Juta Hasil Jambret Dibagi di Pinggir Jalan

Uang Ratusan Juta Hasil Jambret Dibagi di Pinggir Jalan
Ilustrasi jambret

Sebelum beraksi, ketiga tersangka berbagi peran. Dv yang diduga sebagai otak dan Pandi mengamati calon korbannya. Sementara Ariyanto menunggu di tempat parkir. Dengan mengendarai dua sepeda motor, mereka membuntuti korban.

Dv dan Ariyanto bertugas sebagai eskekutor dan merampas tas. Sementara Pandi bersiap menghalangi jika korban atau ada pengendara yang mengejar.

”Uang hasil menjambret itu dibagi tiga di kebun sawit Natar. Tersangka Pandi mendapat Rp25 juta, Ariyanto Rp30 juta dan sisanya dibawa Dv. Saat ini kami masih mengejarnya,” sebut Murbani.

Dilanjutkan, selain dua tersangka, pihaknya mengamankan barang bukti uang tunai Rp25 juta, dua unit sepeda motor, buku tabungan milik korban, dua unit ponsel dan barang-barang lainnya milik korban.

Sementara, Pandi dan Ariyanto mengaku menjambret lantaran diajak Dv. Mereka juga sedang memerlukan uang. ’’Awalnya saya tidak mau. Tetapi, saya perlu uang Rp10 juta untuk mengobati ibu. Saya baru pertama ikut (menjambret),” kata Ariyanto.

Sedang Pandi ikut aksi tersebut karena Dv adalah teman masa kecilnya. ”Dv sekarang tinggal di Cirebon dan mengajak saya (menjambret). Saya juga butuh uang untuk membayar utang resepsi pernikahan adik,” kata lelaki yang pernah mendekam di penjara para 2008 silam ini. (pip/c1/ais)


Dua dari tiga pelaku penjambretan di Bandarlampung berhasil diringkus polisi.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News