Ulah Oknum Polisi Ini Keterluan, sampai Kapolda Minta Maaf

Ulah Oknum Polisi Ini Keterluan, sampai Kapolda Minta Maaf
Ulah Oknum Polisi Ini Keterluan, sampai Kapolda Minta Maaf

Tekanan diterima SY saat diamankan dan dibawa oleh RS. Saat diperiksa, SY ditekan untuk mengakui peristiwa tersebut. RS yang beberapa waktu sempat kecurian laptop dan beberapa barang berharga lainnya, memaksa SY juga mengakui sebagai pelaku pencurian terhadap barang-barangnya. Dalam interogasi inilah, SY disebut ditodong pistol dan diancam akan dicongkel matanya.

Dari tanggal 17 Maret 2015, SY mendekam selama dua hari di sel tahanan Polsek Pangkalan Kerinci. Orang tua SY merasakan kesedihan yang luar biasa karena selama dua hari itu tak bisa menemui anaknya.

Bahkan, saat orang tuanya dipertemukan dengan orang yang diduga sebagai korban pencurian, RS sebagai penyidik membiarkan SY ditekan oleh korban untuk mengaku.

Selain SY dan RZ, atas dugaan pencurian yang terjadi, polisi juga menangkap MI (10). Bocah kelas IV ini ditangkap saat sedang belajar di Sekolahnya di SDN 12 Pangkalan Kerinci. pihak sekolah saat itu sempat meminta polisi untuk tidak menangkap di sekolah. Namun, permintaan itu tak dipenuhi. Polisi tak menjelaskan tentang pencurian apa dan tidak ditunjukkan pula surat penangkapan saat itu. (Ali)

 


PEKANBARU - Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan meminta maaf atas ulah anak buahnya, Brigadir RS, anggota Polsek Pangkalan Kerinci,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News