Ultimatum Jokowi, BEM SI Malah Disebut Pahlawan Kesiangan Oleh Sesama Mahasiswa

Ultimatum Jokowi, BEM SI Malah Disebut Pahlawan Kesiangan Oleh Sesama Mahasiswa
Massa yang tergabung dalam BEM SI berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (16/10). Foto: Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan Safarianshah Zulkarnaen menanggapi umtimatum yang disampaikan BEM SI kepada Presiden Joko Widodo.

Diketahui, BEM SI mengultimatum Jokowi 3x24 jam terhitung mulai Kamis (23/9) untuk membatalkan hasil tes wawasan kebangsaan dan mengangkat kembali Novel Baswedan Cs sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jika presiden tidak memenuhi tuntutan tersebut, BEM SI mengancam akan turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi.

Di sisi lain, HMI Cabang Jakarta Selatan menilai ultimatum tersebut sudah usang.

"Rekomendasi Komnas HAM dan Ombudsman saja tak ada pengaruh signifikan untuk Jokowi, apalagi BEM SI tiba-tiba muncul menjadi pahlawan kesiangan," kata Safa kepada JPNN.com, Jumat (24/9).

Menurutnya, Jokowi pasif dalam pemberantasan korupsi dan BEM SI dianggap sebagai pahlawan kesiangan.

"Keduanya, sama-sama saya ragukan kejujuran atas dirinya dan perjuangannya," lanjut Safa.

Menanggapi ancaman BEM SI untuk turun ke jalan, Safa mengatakan demonstrasi saat ini tidak lagi relevan.

Organisasi mahasiswa ini menanggapi ultimatum BEM SI kepada Presiden Jokowi dengan enteng