Umat Islam Australia Terpukul Melonjaknya Ongkos Naik Haji dan Sistem Undian

Umat Islam Australia Terpukul Melonjaknya Ongkos Naik Haji dan Sistem Undian
Ibadah haji tahun ini dilaksanakan kembali secara normal dengan sistem undian bagi umat Islam asal negara-negara Barat termasuk Australia. (Reuters: Sultan Al-Masoudi/Handout)

"Mereka mengumumkan sistem baru karena agen perjalanan adalah perantara Kementerian Haji Arab Saudi dan jamaah. Mereka perlu menghilangkan perantara untuk mengurangi biaya haji," katanya.

Banyak agen perjalanan haji telah menyetorkan dana untuk mengamankan kamar hotel dan penerbangan dengan harapan dapat memulai bisnis mereka setelah dua tahun terhenti.

"Ada perusahaan yang sepenuhnya bergantung pada bisnis haji. Sekarang mereka kehilangan bisnis," katanya.

Biaya haji meroket

Ketika Fatima, seorang jamaah calon haji asal Sydney mendengar tentang sistem baru ini, dia mengaku senang.

"Saya pikir hal ini bagus. Karena memotong pihak perantara," ucapnya kepada ABC News.

"Banyak cerita tentang besarnya selisih yang dipotong oleh agen perjalanan haji," katanya.

Biaya haji dari Australia selama ini berkisar dari A$9.000 hingga A$15.000 (sekitar Rp90 juta sampai Rp150 juta), sudah termasuk tiket penerbangan pulang-pergi, akomodasi hotel bintang lima di beberapa kota, biaya visa, transportasi dan makanan.

Dengan inflasi yang berdampak pada semua biaya perjalanan saat ini, ada spekulasi bahwa biaya haji kini bisa mencapai A$20.000 (sekitar Rp200 juta).

Menjelang pelaksanaan ibadah haji 2022, Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah mengejutkan dengan mengubah ongkos naik haji (ONH) dan sistem pemberangkatan bagi umat Islam di negara-negara Barat termasuk Australia

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News