Unpad Dorong Penggunaan Energi Terbarukan

Unpad Dorong Penggunaan Energi Terbarukan
(kiri-kanan) Panitia, Ketua Program Studi DIM FEB Unpad Ina Primiana.\, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Dharma, Direktur Utama PT. Tirta Gemah Ripah Emryas Imsak Soelaiman, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Dirjen Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi, Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Arif Budisusilo, dan moderator, melakukan foto bersama usai acara Seminar Nasional Doctorate Business Issue (Dorbis) Executive Forum 2016 dengan tema "Pemanfaatan Energi Alternatif untuk Mendukung Re-Industrialisasi" di Bandung, Sabtu (3/12). Foto: Ist for JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Universitas Padjajaran menaruh perhatian besar terhadap re-industrialisasi pada energi baru dan terbarukan.

Hal itu terlihat dalam Doctorate Business Issue (Dorbis) Executive Forum 2016 dengan tema Pemanfaatan Energi Alternatif untuk Mendukung Re-Industrialisasi di Bandung, Sabtu (3/12).

Acara itu juga dihadiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Hendra  Iswahyudi (Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM), Emryas Imsak Soelaiman (Direktur Utama PT. Tirta Gemah Ripah), dan Surya Dharma (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia)

"Kami dari Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Padjadjaran (DIM Unpad) harus peka terhadap isu-isu bisnis yang saat ini sedang diangkat. Kemarin Presiden Joko Widodo mengangkat soal energi yang masih jadi persoalan, untuk itu kami membuat diskusi ini untuk mencari jalan keluar mengenai masalah energi," kata Ketua Program Studi DIM FEB Unpad Ina Primiana.

Ina mengatakan, saat ini Indonesia menjadi negara terbesar dalam kebutuhan energi di Asia Tenggara.

Yakni mencapai 44 persen dari total kebutuhan energi. Indonesia disusul Malaysia yang mencapai 23 persen dan Thailand (20 persen). Jumlah itu akan terus bertambah sampai dengan 80 persen pada 2030.

"Oleh karenanya, Indonesia memerlukan suatu solusi, untuk mengantisipasi kelangkaan sumber energi, dengan menciptakan energi baru terbarukan untuk bisa dimanfaatkan oleh industri kita. Penciptaan energi alternatif ini bisa dimulai dari perguruan tinggi sebagai salah satu unsur utama dalam menggali, meneliti dan mengembangkan ilmu pengetahuan," kata Ina.

Dia berharap, DORBIS Executive Forum bisa menciptakan sinergi antarberbagai elemen untuk sosialisasi dan pengembangan teknologi terhadap energi terbarukan.

JAKARTA – Universitas Padjajaran menaruh perhatian besar terhadap re-industrialisasi pada energi baru dan terbarukan. Hal itu terlihat dalam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News