Upaya Kementan Wujudkan Swasembada Bawang Merah

Upaya Kementan Wujudkan Swasembada Bawang Merah
Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Spudnik Sujono. Foto dok Humas

"Sedangkan batas atas, yaitu di tingkat konsumen Rp 32 ribu. Permendag ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah untuk menentukan kebijakan dan rencana aksinya," katanya.

'Jurus lain ialah bermitra dengan petani atau disebut champion, yang berkomitmen membantu pemerintah dalam stabilisasi harga. Lalu, pemerintah mendukung industri rumah tangga sebagai bentuk perhatian di sektor hilir dengan memberikan alat pengolah bawang merah yang dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, khususnya di saat panen melimpah," jelas dia.

Spudnik mengatakan, pemerintah melakukan itu semua semata-mata demi kesejahteraan petani, menjaga pasokan dan harga bawang merah. Sehingga, semua petani dapat menikmati jerih payahnya dengan harga jual yang pantas dan keterjangkauan di tingkat konsumen.

Di sisi lain, pemerintah mengakui tidak mampu bekerja sendiri untuk menjaga stabilitas stok dan harga bawang merah sekaligus menyejahterakan petaninya secara berkesinambungan. Karenanya, diharapkan adanya dukungan dari pihak lain, agar hal tersebut dapat terwujud sekaligus memperbaiki perekonomian nasional.

Misalnya, kala petani mengeluh soal rendahnya harga jual, diharapkan ada dukungan dan sinergisitas, seperti dari perbankan, BUMN, Kementerian Perdagangan, Kementan, TPID, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perindustrian, serta pelaku usaha lainnya dalam penanganannya.

"Saya berkeyakinan, semua pihak memiliki peran penting masing-masing yang dapat saling bersinergi untuk bersama-sama menyejahterakan petani bawang merah. Pemerintah dapat menelurkan serangkaian kebijakan yang mampu menarik investasi di bidang ini, sehingga swasta dapat menggarap bidang yang menarik ini untuk bersama-sama menjaga stabilitas pasokan dalam jangka panjang," tuturnya.

Pihak swasta bisa memfasilitasi sarana dan pendampingan teknis yang dibutuhkan petani, sementara pemerintah membangun infrastruktur penunjang. Misalnya, jaringan irigasi dan paket regulasi pendukung demii terwujudnya Indonesia sebagai produsen pangan yang handal.

"Dengan begitu, cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045 bisa lebih mudah tercapai dan kesejahteraan petani bawang merah dapat tercapai pula," tandas Spudnik.(chi/jpnn)


Petani sekarang berlomba-lomba mencoba peruntungannya untuk tanam bawang merah.


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News