Vaksinasi Covid-19 Booster Dosis Kedua bagi SDM Nakes, IDI: Kami Menyambut Baik
jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah berencana memberikan vaksinasi Covid-19 dosis booster kedua bagi sumber daya manusia (SDM) kesehatan.
Langkah itu mendapat sambutan baik dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).
Hal ini dikarenakan SDM kesehatan merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19.
Selain juga mempertimbangkan semakin banyaknya jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19.
"IDI menyambut baik booster kedua vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan ini. Vaksinasi terbukti telah menyelamatkan banyak nyawa, mengurangi tekanan pada fasilitas kesehatan dan memungkinkan kita belajar hidup dengan virus,” kata Ketua Umum PB IDI dr M. Adib Khumaidi, SpOT dalam keterangannya diterima di Jakarta, Jumat (29/7).
Menurut Adib, tujuan utama vaksinasi ini untuk melindungi dari tingkat rawat inap di Rumah Sakit, keparahan, dan kematian.
Oleh karena itu, dosis booster diperlukan karena imunitas terhadap Covid-19 mulai menurun setelah enam bulan ke atas dari vaksinasi terakhir.
“Selain itu, varian baru juga memiliki sifat yang jauh lebih menular," jelas Adib.
IDI menyambut baik rencana pemberian vaksinasi Covid-19 booster dosis kedua bagi tenaga kesehatan.
- Jazuli Juwaini: Baksos Kesehatan PB MA-IDI Banten Hadirkan Generasi Sehat, Kuat & Hebat
- PPPK Guru & Nakes Prioritas 2027, Tenaga Teknis-Tendik Kecewa Berat, DPR Bakal Didemo
- Kemenkes Kirim Ribuan Nakes & Ratusan Ribu Logistik Medis ke Wilayah Terdampak Karhutla
- Kolaborasi RMIT & Mandaya Hospital Dorong Inovasi Kesehatan di Indonesia
- Kemenhaj Buka Pendaftaran Seleksi Petugas Haji 2027, Cek Persyaratannya di Sini
- Heboh Peristiwa Yurizal, Legislator Singgung Pembinaan Nakes dan Audit Pelayanan
JPNN.com




