Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Dimulai, Nakes Takut Protokol Kesehatan Mengendur

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Dimulai, Nakes Takut Protokol Kesehatan Mengendur
Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima suntikan vaksin buatan Sinovac. (Twitter: @jokowi)

"Sangat penting pemerintah melakukan program testing, tracing, isolasi, karantina serapi, sekonsisten, dan seserius program vaksinasi."

Hal senada disampaikan Dr Ines Atmosukarto, peneliti Biomolekuler dari Australian National University (ANU) dan Direktur Utama Lipotek Australia.

"Walaupun program vaksinasi sudah dimulai, masyarakat nggak boleh lengah. Ini bukan silver bullet dan masih jauh perjalanan," ujar

"Hidup kita tidak akan kembali normal di Indonesia untuk paling sedikit 18 sampai 24 bulan, dan itu harus kita sadari dan kita terima."

"Kalau kita menerima itu dan mengubah cara hidup kita, mungkin pandemi akan lebih cepat berlalu," pungkas Ines.

Gelombang pertama vaksinasi dilakukan mulai hari ini hingga April 2021 dengan dua kelompok yang ditargetkan, yakni tenaga kesehatan, termasuk asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Sementara kelompok kedua adalah petugas pelayanan publik, termasuk Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Yuk, Simak Juga Video ini!


Indonesia memulai vaksinasi COVID-19 perdana dan Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin di Indonesia, hari Rabu (13/01)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News