Varian Siluman

Oleh: Dahlan Iskan

Varian Siluman
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - "RS.... full pasien Covid varian baru BA 2.75. Mereka habis liburan ke Bali. Varian baru lebih menakutkan. Butuh 20 hari baru negatif ."

Itu beredar di WA Kamis kemarin. Tentu saya tidak percaya begitu saja. Juga tidak langsung terpengaruh.

Saya forward info itu kepada dua peneliti yang Anda sudah hafal namanya: drh Indro Cahyono dan Prof Dr Chairul Anwar Nidom.

Baca Juga:

Indro langsung merespons: "Varian baru dan lonjakan angka itu dua hal yang berbeda. Jangan panik," katanya.

Untuk bisa tahu bahwa itu ''varian baru'' tidak mudah. Harus dilakukan sequence DNA. Tidak cukup dengan PCR, apalagi rapid test.

"Jangan ada pikiran kalau di suatu tempat ditemukan varian baru, lalu di situ jumlah pasien naik berarti varian baru semua," ujar Indro.

Baca Juga:

Memang kini ditemukan varian baru lagi. Yakni varian Centaur. Yang juga mendapat gelar ''varian siluman'' –kesannya lebih menakutkan, seperti terbaca di WA itu.

Saya pun bertanya: dari mana datangnya gelar siluman itu.

Tentu saya lebih tertarik ini daripada program merenovasi ruang kerja ketua BRIN dengan anggaran Rp 6 miliar itu –biar pun itu bukan anggaran siluman.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News