Video Kekerasan 'Geng' Polisi Beredar

Kapolda Menganggap Hanya Rekayasa

Video Kekerasan 'Geng' Polisi Beredar
Video Kekerasan 'Geng' Polisi Beredar
Ditambahkannya, meskipun para pelaku mengaku rekaman itu dibuat hanya untuk kenang-kenangan. Namun kapolda tidak sepenuhnya percaya dengan keterangan pada jebolan SPN Batua Makassar tahun 2006 itu.

“Meskipun hanya rekayasa, namun, dengan beredarnya video itu tentu telah membangun stigma negatif terhadap institusi kepolisian. Makanya, saya tetap akan menyelidikinya. Dan bila terbukti kekerasan itu mereka lakukan, tentu akan ada sanksi yang kita berikan. Apakah itu dalam berupa (sanksi) kode etik atau (sanksi) disiplin," tegas alumnus Akpol 1980 itu.

Kapolda juga mengaku, sebelum video yang sarat dengan aksi anarkistis itu beredar, pihak Direktorat Samapta sudah pernah memproses kasus ini. “Padahal kasus ini pernah di tangani oleh Komandan Bagian Operasi (KBO) Samapta. Waktu itu, mereka sudah diperintahkan untuk menghapus rekaman itu, karena dampak yang timbul dari penayangan gambar tersebut akan berdampak pada citra kepolisian, meski hanya pura-pura," jelasnya.

Bahkan, keenam anggota tersebut juga langsung disanksi karena membuat gambar tersebut. Olehnya, saat ini Polda Sulteng berupaya untuk mencari tahu bagaimana gambar itu sampai beredar di masyarakat. Pasalnya, dari informasi yang diperoleh, gambar itu sebelum dihapus, sempat diedarkan kesejumlah rekan para pelaku itu.

PALU – Video kekerasan tak hanya dominasi pelajar dan ABG. Sekumpulan "geng" Polisi tak mau kalah. Di Palu, video kekerasan yang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News