Viral Ojol Jemput Penumpang di Stasium Bekasi Timur Harus Bayar Rp 1.000, Ternyata

Viral Ojol Jemput Penumpang di Stasium Bekasi Timur Harus Bayar Rp 1.000, Ternyata
Ojek online (Ojol). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, BEKASI - Dugaan adanya pungutan liar (pungli) bagi ojek online (ojol) yang hendak menjemput penumpang di Stasiun Bekasi Timur, viral di media sosial.

Berdasarkan informasi yang beredar, ojol harus bayar Rp 1.000 ketika hendak menjemput penumpangnya di area Stasiun Bekasi Timur.

Pembayaran itu pun dilimpahkan kepada pengguna jasa ojol.

"Awalnya suka sama Stasiun Bekasi Timur karena liftnya sekarang sudah berfungsi, tetapi sekarang kalau mau di-pick up/drop off ojol harus bayar Rp 1.000, kesal karena, kan, enggak parkir, gimana lansia/ibu bawa anak yang harus jalan jauh ke depan halte, buat menghindari pungli itu. @KAI121 @CommuterLine," tulis salah satu akun di Twitter, Senin (5/9).

Pengguna jasa ojol yang membayar tiket itu nantinya bakal diberikan karcil oleh oknum pengelola parkir setempat.

Terkait hal tersebut, Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan area parkir Stasiun Bekasi Timur memang saat ini belum dikelola PT KAI.

Eva pun berjanji pihaknya bakal menindaklanjuti keluhan penumpang kereta yang viral tersebut.

"Area tersebut memang belum dikelola oleh KAI atau anak usahanya, kami akan menindak lanjut hal tersebut," kata Eva saat dikonfirmasi, Selasa (6/9).

Dugaan adanya pungutan liar (pungli) bagi ojek online (ojol) yang hendak menjemput penumpang di Stasiun Bekasi Timur, viral di media sosial, simak selengkapnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News