Virus Corona di Mana-Mana, Gangster Meksiko Tetap Bunuh-Bunuhan

Virus Corona di Mana-Mana, Gangster Meksiko Tetap Bunuh-Bunuhan
Sebanyak 9 mayat ditemukan tergantung di flyover, Uruapan, Meksiko. Mereka diduga korban perang antar kartel narkoba. Foto: AFP

jpnn.com, MEXICO CITY - Meksiko mencatat lebih banyak kasus pembunuhan pada Maret ini dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Statistik mencengangkan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan social distancing terkait virus corona tidak mempan mengurangi tingkat kekerasan.

Sebanyak 2.585 pembunuhan terjadi di seantero Meksiko pada Maret atau setara 83 kasus per hari. Ini adalah angka bulanan tertinggi sejak Juni 2019.

Presiden Lopez Obrador mengakui bahwa kekerasan yang dimotori organisasi kriminal terus terjadi meski pemerintah memberlakukan sejumlah langkah untuk menekan penyebaran virus corona, seperti meliburkan sekolah dan mendesak warga untuk tetap berada di rumah.

"Harapnnya pada akhir Maret, ketika virus corona menjadi lebih meluas, kita akan mengalami penurunan (kekerasan) yang cukup besar. Sayangnya hal itu tidak terjadi," kata dia saat konferensi pers.

Presiden mengatakan tingkat kekerasan secara keseluruhan menurun pada kuartal pertama tahun ini, tetapi kisarannya tidak seperti yang diharapkan. Data terakhir menunjukkan kasus pembunuhan menurun pada Januari dan Februari.

Lopez Obrador mengadopsi strategi keamanan yang menekankan serangan terhadap akar penyebab kejahatan, seperti kemiskinan. Pendekatan itu menuai kecaman dari sebagian orang lantaran Meksiko terus diguncang ledakan kekerasan yang mengejutkan.

Menurut data Universitas Johns Hopkins, Meksiko sejauh ini memiliki 1.688 kasus virus corona dan 60 di antaranya berujung kematian. Jumlah pasien sembuh di negara tersebut cukup tinggi, yakni 633 orang. (ant/dil/jpnn)

Statistik mencengangkan ini menunjukkan bahwa kebijakan social distancing terkait virus corona tidak mempan mengurangi tingkat kekerasan di Meksiko.


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News