Virus Ransomware Wanna Cry Menyerang, Data Kependudukan Tetap Aman

Virus Ransomware Wanna Cry Menyerang, Data Kependudukan Tetap Aman
Seorang warga saat melakukan perekaman e-KTP di kantor Dispendukcapil Siola, Senin (16/5). Pemkot Surabaya telah mengantisipasi ancaman virus Wanna Cry demi keamanan data kependudukan. Foto Andy Satria/Radar Surabaya/JPNN.com

Namun, langkah antisipasi tetap dilakukan. Sebab, kemungkinan jaringan internal terganggu virus bisa saja terjadi.

Jika sudah begitu, lanjutnya, data yang ada akan terkunci. Dan proses membuka kunci tersebut hanya bisa diakses oleh pihak penyebar virus.

“Padahal kan data yang ada di Dispendukcapil ini banyak dan merupakan data penting,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya juga sudah melakukan back up data. Irvan mengaku, Dispendukcapil sudah melakukan back up data kependudukan dari komputer maupun server lokal sesuai imbauan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya.
“Back up perlu kami lakukan karena data-data ini memang sangat penting. Proses back up ini secara rangkap. Baik pusat maupun Pemkot Surabaya,” tegasnya.

Karena itu, ia menjamin seluruh data 3,2 juta penduduk Surabaya di Dispendukcapil tetap aman.

Seperti diketahui, virus Ransomware Wanna Cry ini, bakal menyerang data yang ada di komputer maupun yang tersimpan di cloud services. Hal itu bakal mengakibatkan data itu terenkripsi dan tidak bisa diakses oleh pemiliknya. (gus/nur)


Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Jawa Timur mewaspadai merebaknya virus Ransomware Wanna Cry. Pasalnya, virus


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News