Waketum Partai Garuda Ingatkan Risiko Serius Wacana Penghapusan Jabatan Gubernur

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mengibaratkan tingkatan pemerintahan dalam negeri seperti struktur sebuah perusahaan.
Hal itu sebagai respons atas wacana terkait penghapusan jabatan gubernur.
Teddy menjelaskan wacana itu berkembang dengan alasannya ialah jabatan gubernur tidak efektif karena sudah ada wali kota maupun bupati dalam suatu provinsi, sehingga peran gubernur tidak begitu signifikan.
"Ibarat dalam sebuah perusahaan, presiden itu direktur utama, direktur adalah menteri, manager adalah gubernur dan bupati/wali kota adalah para kepala divisi," kata Teddy dalam keterangannya, Selasa (1/2).
Dia menyebutkan Jika peran manager dihapus, setiap divisi akan bentrok.
"Karena tidak ada peran manager dalam mengatur antardivisi," lanjutnya.
Juru bicara Partai Garuda itu juga menyebutkan dari sekian banyak bupati/wali kota tidak mungkin secara teknis langsung diatur oleh presiden melalui menteri.
"Karena tugas presiden dan menteri tidak hanya itu. Tentu akan timpang dan banyak tabrakan sana-sini, maka perlu adanya gubernur yang mengatur setiap provinsi," jelas Teddy.
Ada wacana penghapusan jabatan gubernur, Waketum Partai Garuda ibaratkan dengan struktur perusahaan.
- Banyak 'Bisik-Bisik Tetangga' soal Prabowo, Partai Garuda Berkomentar, Pedas
- Syamsuar Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Riau, Ini Respons DPRD
- Sepakat dengan Prabowo, Partai Garuda Dorong Kementerian Hak Cipta & Bisnis
- Batas Usia Capres-Cawapres Digugat, Eks Hakim MK: Bukan Isu Konstitusionalitas
- Kaesang jadi Ketum PSI, Partai Garuda: Semangat Bro!
- Partai Garuda Sebut Prabowo Tak Bisa Berakting, Ucapan dan Tindakan Selaras