Warga Menonton saat Perampok Beraksi Gasak Bongkahan Batu Akik

Warga Menonton saat Perampok Beraksi Gasak Bongkahan Batu Akik
Warga Menonton saat Perampok Beraksi Gasak Bongkahan Batu Akik

Karena takut, Ibad pun melaporkan kejadian ini kepada pemilik gudang. Ibad mengaku jika pemilik rumah sebelumnya tidak menitipkan gudang itu kepada warga sekitar, dan pemilik mengungunci gerbangnya dengan rantai. "Jadi kami kaku untuk menjaganya, dan tak mau ambilo resiko jika ada penjarahan seperti ini," pungkas Ibad.

Setelah menerima laporan dari Ibad, Pemilik gudang, Tanu, yang diketahui sebagai bos Capitol ini langsung melaporkannya ke Polres Sukabumi Kota.

"Kenapa saya tidak memakai penjaga atau petugas di gudang ini, karena memang itu lokasinya di tengah kota dan ramai. Memang maling itu nekat," ujarnya seraya kecewa.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Sulaiman mengatakan, setelah menerima laporan atas kejadian tersebut, tim langsung menuju TKP, dan memasang police line.

Dijelaskan Sulaiman, kerugian ditaksir sebesar Rp 160 juta, terdiri dari Rp 70 juta kerugian dari kayu dan seng, dan sisanya Rp 90 juta kerugian material dari bahan batu akik tawon sebanyak 3 ton, batu kecubung 2 ton serta fosil sebanyak 1 ton. (cr3/e/sam/jpnn)

 


SUKABUMI - Batu akik lagi tenar. Imbasnya, barang itu juga menjadi incaran perampok, seperti halnya emas dan permata. Ini terjadi di Kota Sukabumi.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News