Warga Pedalaman Badui Ogah Terima Dana Sosial Dampak Covid-19

Warga Pedalaman Badui Ogah Terima Dana Sosial Dampak Covid-19
Jaro Saija, Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak. Foto: Antara

Menurut dia, selama ini, masyarakat Badui yang tinggal di Gunung Kendeng itu sangat kuat terhadap aturan adat karena titipan leluhur.

Di mana masyarakat Badui lebih mencintai kedamaian, kerukunan, keharmonisan dan saling tolong menolong.

Bahkan, masyarakat Badui yang menempati tanah hak ulayat adat itu hingga kini belum pernah terjadi kriminalitas, keributan, kerusuhan dan Badui terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Selain itu juga masyarakat Badui belum mengalami kelaparan pangan, karena bisa menyimpan gabah hasil panen padi huma.

"Kami lebih baik dana sosial akibat dampak COVID-19 itu diberikan ke orang lain saja," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Eka Darma Putra membenarkan warga Badui menolak dana sosial tersebut karena masih kuat memegang adat leluhur.

Penolakan bantuan sosial itu juga dilengkapi surat pernyataan dari Kepala Desa Kanekes juga tokoh adat, Badan Pperwakilan Desa (BPD), RT dan RW.

"Kami menghargai keputusan adat mereka yang menolak menerima dana BLT dan BST," katanya. (antara/jpnn)


Masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak menolak penyaluran dana sosial baik BST maupun BLT.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News