Waspada, 4 Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap

Waspada, 4 Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap
Kabut asap. Foto ilustrasi: Riau Pos/JPNN.Com

Tak hanya menyerang saluran pernapasan, kabut asap juga bisa sebabkan konjungtivitis atau peradangan pada selaput lendir mata. 

"Penyakit ini ditandai dengan mata yang terasa perih, berair, dan mata merah. Jika konjungtivitis akibat asap kebakaran terjadi, pengobatannya adalah dengan meneteskan air mata buatan (artificial tears) secara berkala hingga iritasi teratasi," ujar dr. Resthie.

Cara melindungi diri dari gangguan kesehatan akibat kabut asap

Sementara sabar menunggu penanggulangan karhutla, yang bisa Anda lakukan sekarang adalah dengan melindungi diri agar tidak terkena gangguan kesehatan akibat kabut asap. Cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan masker.

"Yang disarankan pasti pakai masker. Namun, masker yang biasa dipakai (masker bedah) masih punya banyak celah, sehingga partikel tetap bisa masuk. Kalau adanya itu, tetap pakai saja daripada tidak sama sekali. Lalu, hindari aktivitas di luar ruangan jika tidak perlu.” Begitulah anjuran dari dr. Alvin

Selain itu, kondisi rumah juga perlu diperhatikan. Sebaiknya tutup rapat pintu dan jendela untuk meminimalkan kabut asap masuk ke dalam rumah.

"Membuka jendela atau ventilasi diperlukan agar udara tetap baik dan sinar matahari bisa masuk. Tapi kalau kualitas udara sedang buruk akibat kabut asap, lebih baik tutup rapat saja,” ujar dr. Alvin.

Kabut asap yang menyelimuti beberapa wilayah di Sumatra dan Kalimantan sangat memprihatinkan. Tak hanya berdampak buruk untuk lingkungan dan ekosistem, tetapi juga bisa akibatkan gangguan kesehatan bagi yang terus-terusan menghirupnya. Semoga bencana karhutla ini bisa dengan segera ditangani oleh pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya.(RN/RVS/klikdokter)

Kabut asap yang menyelimuti beberapa wilayah di Sumatra dan Kalimantan sangat memprihatinkan. Tak hanya berdampak buruk untuk lingkungan dan ekosistem, tetapi juga bisa akibatkan gangguan kesehatan.


Redaktur & Reporter : Yessy

Sumber klikdokter

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News