Jumat, 23 Agustus 2019 – 18:26 WIB

Waspada, Menjauhlah dari Gunung Slamet

Sabtu, 10 Agustus 2019 – 09:37 WIB
Waspada, Menjauhlah dari Gunung Slamet - JPNN.COM

jpnn.com, BREBES - Aktivitas Gunung Slamet mengalami peningkatan sejak 1 Juni hingga 8 Agustus 2019. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun menaikkan status gunung di Jawa Tengah ini dari level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) terhitung sejak 9 Agustus 2019.

“Berdasarkan hasil pengamatan visual ke arah puncak Gunung Slamet sejak Juni 2019 hingga 8 Agustus 2019 pada umumnya bisa diamati dengan baik. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal teramati dengan maksimum ketinggian 300 meter dari atas puncak,” kata Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo dalam keterangannya, Jumat (9/8).

Agus mengatakan, untuk hasil rekaman kegempaan dalam periode yang sama didominasi oleh gempa embusan dan tektonik. Selama Juni hingga 8 Agustus 2019, tercatat 51.511 kali gempa embusan, lima kali gempa tektonik lokal dan 17 kali gempa tektonik jauh.

Selain gempa-gempa tersebut, pada akhir Juli 2019 mulai terekam getaran tremor dengan amplitudo maksimum 0.5-2mm. Getaran tremor ini masih terjadi hingga saat pelaporan. “Energi kegempaan terdeteksi meningkat, secara gradual,” ucap Agus.

“Berdasarkan data-data pengamatan tersebut, disimpulkan bahwa Gunung Slamet mengalami aktivitas secara kegempaan dan deformasi yang cukup signifikan, tetapi secara visual belum teramati adanya gejala erupsi,” imbuhnya.

PVMBG memprediksi bahwa potensi erupsi bisa terjadi sewaktu-waktu. Potensi ancaman bahaya Gunung Slamet saat ini adalah erupsi magmatik dengan lontaran material pijar yang melanda daerah di sekitar puncak di dalam radius 2 km, atau erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi.

BACA JUGA: Melihat Rumah Singgah Bung Karno di Lereng Gunung Slamet

Kondisi tersebut terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas, sehingga dalam Level II (Waspada) ini direkomendasikan agar masyarakat dan pengunjung maupun wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak puncak. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh dengan berita palsu atau hoaks yang bisa meresahkan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. (muhammad ridwan/jpc)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar