Yayasan Anak Bangsa Bisa Dorong Inovasi Ekonomi di Kawasan Pariwisata

Yayasan Anak Bangsa Bisa Dorong Inovasi Ekonomi di Kawasan Pariwisata
Diskusi virtual penyelenggaraan Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Bali, Danau Toba, dan Labuan Bajo, Rabu (15/2). Foto: tangkapan layar diskusi CCE

Dalam diskusi yang sama, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Herliani Tanoesoedibjo mengapresiasi inisiatif CCE yang memilih lokasi pelesiran.

“Oleh karena itu, kita harus betul-betul menjaga keberlanjutan alam, salah satunya dengan penanganan sampah. Ini harus menjadi prioritas, agar nilai ekonomi pariwisata yang memiliki multiplier effect sangat besar,” ujar Angela.

Pada November 2021, CCE dimulai dengan mengembangkan kapabilitas 33 changemakers, serta memantik kolaborasi yang menghubungkan sekitar 200 organisasi lewat Catalyst Changemakers Lab.

Untuk tiga kelompok changemakers yang terpilih kemudian mendapatkan pendanaan untuk mengimplementasikan solusi inovatif melalui proyek percontohan di Semarang, Bandar Lampung, dan Makassar.

Pada CCE gelombang kali ini, YABB melibatkan lintas pemangku kepentingan mulai dari pelibatan pemerintah dan universitas di daerah untuk turut mengidentifikasi permasalahan.

Tak hanya itu, YABB juga melibatkan pihak swasta dan donor untuk memastikan inovasi yang dihasilkan bisa memiliki keberlanjutan. (mcr4/jpnn)


Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) berkomitmen menyelesaikan permasalahan sampah di Bali, Danau Toba, dan Labuan Bajo.


Redaktur : Fathan Sinaga
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News