Yusril Mulai Diperhitungkan Sebagai Kuda Hitam

Yusril Mulai Diperhitungkan Sebagai Kuda Hitam
Yusril Ihza Mahendra. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra belakangan ini ikut disebut-sebut dalam perbincangan seputar bursa calon gubernur DKI Jakarta. Politikus yang juga pakar hukum tata negara itu bahkan dianggap sejumlah pihak bisa menjadi kuda hitam di Pilgub DKI 2017.

Berdasarkan survei yang dilakukan Populi Center pada 13-17 Februari 2016, Yusril memang memiliki potensi yang cukup untuk menjadi kuda hitam di Pilkada DKI. Di antara delapan tokoh yang disurvei, elektabilitas mantan menteri sekretaris negara itu berada di peringkat ketiga.

"Dari elektabilitas delapan tokoh, nama Basuki Tjahja Purnama atau Ahok memang sudah diatas 50 persen. Namun, ada temuan menarik dimana nama Yusril Izha Mahendra berpotensi menjadi kuda hitam, karena berada di posisi ketiga dengan meraih 6 persen di bawah Ridwan Kamil dengan 12 persen dan Ahok," ujar peneliti Populi, Nona Evita dalam acara pemaparan hasil survei di Jakarta, Senin (22/2).

Survei Populi ini melibatkan 400 orang responden yang tersebar di seluruh penjuru DKI Jakarta. Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Adapun margin of error survei ±5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.  Sementara pembiayaan survei murni dari kas Populi sebesar 75 juta rupiah.

Dalam Survei ini, Gubernur Basuki T Purnama masih berada di peringkat paling atas dengan elektabilitas 52,2 persen. Secara berurutan di bawah mantan bupati Belitung Timur itu ada, Ridwan Kamil, Yusril Izha Mahendra, Rano Karno, Adhyaksa Dault, Nachrowi Ramli, Ahmad Dhani, dan Sandiaga Uno.

Yusril yang hadir di acara pemaparan hasil survei ini mengaku senang lantaran dirinya ternyata cukup disenangi publik ibu kota. Apalagi selama ini dia belum melakukan kampanye apa-apa. 

Pria asal Belitung ini juga tak merasa kecil hati karena masih kalah jauh dari Ahok dalam hal elektabilitas. Menurutnya, sebagai seorang incumben, wajar saja elektabilitas rekan satu kampungnya itu melejit dibanding tokoh-tokoh lain.

"Di banyak survei kan selalu teratas incumbent dan itu wajar. Kalau masyarakat awam kan nanya apa yang diunggulkan dari Gubernur yang sudah maju. Saya kan belum hisa membuktikan, karena belum pernah menjadi Gubernur," ungkap Yusril. (dil/jpnn)



Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News