Jumat, 31 Oktober 2014 | 00:32:08
Home / Internasional / Asia / Suu Kyi Berjanji Segera Masuk Parlemen

Jumat, 27 April 2012 , 09:29:00

BERITA TERKAIT

YANGON - Aung San Suu Kyi tidak mau terlalu lama menunda tugasnya sebagai wakil rakyat. Tokoh demokrasi Myanmar itu berharap masalah teknis terkait pemakaian frase dalam teks pengambilan sumpah anggota parlemen bisa segera diselesaikan. Dengan demikian, dia bisa segera menjalankan fungsinya sebagai legislator.

Dalam konferensi pers seusai bertemu Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia Giulio Terzi kemarin (26/4), Suu Kyi menegaskan bahwa masalah teknis itu tidak perlu dibesar-besarkan. Dia berharap hal itu tak sampai memunculkan sentimen politik dalam pemerintahan. "Mudah-mudahan ini segera selesai tanpa menimbulkan berbagai masalah baru," tuturnya.

Menurut Suu Kyi, dirinya bersama para politisi lain dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) berharap bisa secepatnya gabung dengan wakil pemerintah di parlemen. "Kami ingin segera mengabdi pada bangsa ini. Bukan hanya dari luar gedung parlemen seperti yang kami lakukan selama 20 tahun terakhir ini, melainkan juga mengabdi dari dalam dewan nasional," ujar politikus 66 tahun tersebut.

Suu Kyi dan anggota NLD yang memenangkan pemilu sela pada 1 April lalu seharusnya sudah duduk di parlemen. Mereka seharusnya diambil sumpah sebagai wakil rakyat pada Senin lalu (23/4). Tetapi, NLD memiliki pandangan tak sama dengan pemerintah perihal frase yang tercantum dalam teks ikrar dan sumpah anggota parlemen. Itu terkait dengan frase "melindungi konstitusi" dan "menghormati konstitusi".

Dalam teks ikrar anggota parlemen Myanmar, tercantum frase "melindungi konstitusi". Menurut NLD, frase itu harusnya telah diganti dengan "menghormati konstitusi". Sayang, pemerintahan Presiden Thein Sein tidak mengakui perubahan tersebut. NLD yang merasa kurang sreg dengan penggunaan kata melindungi akhirnya menolak diambil sumpahnya pada Minggu lalu (22/4).

Bagi NLD, kata melindungi memiliki arti lebih dalam daripada sekadar menghormati. Padahal, konstitusi yang kini berlaku di Myanmar adalah produk junta militer. Suu Kyi dan politisi NLD pun enggan mengucapkan sumpah untuk melindungi konstitusi yang bertentangan dengan misi dan visi politik mereka tersebut. (AP/AFP/hep/dwi)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar