Rabu, 01 Oktober 2014 | 21:18:17
Home / Berita Daerah / Sultra / Pelesiran, Kantor DPRD Kosong

Jumat, 04 Mei 2012 , 01:30:00

BERITA TERKAIT

KENDARI - Sebagai delegasi rakyat di parlemen, anggota DPRD Kota Kendari diharapkan stand by menerima dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Anehnya, kemarin suasana di ruang komisi tampak lengang, berbeda dari biasanya. Nyaris tak ada anggota DPRD  yang berkantor.
   
Pantauan Kendari Pos (JPNN Group), sejak pukul 09.00-14.30 Wita, yang sempat masuk kantor hanya Ketua DPRD Kota Kendari Abd. Rasak, Wakil Ketua DPRD Kota Kendari Bahrun Konggoasa dan anggota komisi III H. Djayadi Said. Lainnya tidak berkantor.
   
Sekretaris DPRD  Asni Bonea yang dikonfirmasi mengaku, ketidak-hadiran anggota dewan, bukannya tanpa alasan. Mayoritas dari mereka  sedang melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Anggota komisi I kata Asni, sebanyak tujuh orang sedang mengikuti studi banding kepengurusan dan kepemilikan tanah perkelurahan di kantor Pertanahan Kota Semarang. Anggota komisi II sebanyak 6 orang di Dinas Pendapatan DKI Jakarta mengenai manajemen reklame Pemda DKI Jakarta dan komisi III sebanyak tujuh orang di Kementrian Negara Perumahan Rakyat mengenai keberpihakan kementrian terhadap penyediaan rumah bagi rakyat berpenghasilan rendah.
   
Keberangkatan anggota dewan kata Asni tidak bersamaan, ada yang berangkat pada 1 Mei, ada juga yang baru star 2 Mei. Meski tidak semua berangkat, tapi mereka yang tidak ikut study banding juga tidak muncul  di  dewan.
   
Secara terpisah, Ketua Badan Kehormatan  Dra Hj Sitti Nurhan yang dikonfirmasi via telepon  mengatakan, keberangkatan anggota dewan sudah melalui proses  dan tidak ada yang salah. Apalagi, jauh sebelumnya sudah dibahas dalam rapat badan musyawarah (bamus). Mengenai kekosongan ruang komisi, ia tidak memberikan komentar, namun ia mengaku tidak semua anggota berangkat, lainnya masih harus tetap berkantor.
   
"Jelasnya keberangkatan kami bukan untuk pelesiran atau jalan-jalan. Tapi, ini memang perjalanan dinas yang juga bermanfaat untuk menyikapi permasalahan yang ada di daerah. Kalau ada aspirasi masyarakat, kami punya referensi dari kegiatan-kegiatan seperti ini untuk memberikan solusi atau alternatif pemecahannya," kata  Nurhan. (fya)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar