Demi Pelayanan yang Baik, Ridho Rombak Total RSUDAM 

Demi Pelayanan yang Baik, Ridho Rombak Total RSUDAM 
Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, BANDAR LAMPUNG - Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) benar-benar mendapat perhatian serius dari Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo.

Tak hanya mengubah tampilan fisik dengan membangun gedung dan menambah peralatan canggih, pemerintahan Gubernur-Wakil Gubernur Ridho Ficardo-Bachtiar Basri juga bakal membenahi sumber daya manusia (SDM) untuk menjamin layanan prima.

’’Tidak ada gunanya dibangun gedung mewah dan peralatan canggih tanpa ditunjang SDM berkualitas. Kuncinya justru pada pelayanan itu. Maka sejak awal saya meminta agar mutu pelayanan ditingkatkan, karena RSUDAM adalah wajah gubernur Lampung,” kata Ridho, Kamis (31/8).

Sebagai tindak lanjut amanat gubernur tersebut, pada Rabu (30/8), manajemen RSUDAM mengukuhkan sejumlah jabatan seperti kepala instalasi, supervisor, kepala ruangan, dan koordinator ruangan. Menurut Ridho, setiap insan rumah sakit dapat berperan secara profesional di bidang masing-masing. ’’Hal ini bertujuan agar RSUDAM sebagai benteng terakhir Pemprov Lampung di bidang kesehatan dapat terwujud,” katanya.

Pengukuhan ini, menurut Direktur Utama RSUDAM Hery Djoko Subandriyo, merupakan bentuk perhatian Gubernur Ridho atas kebutuhan SDM yang tanggap, mumpuni, dan berdedikasi tinggi. ’’Semua akan dievaluasi secara terus-menerus sebagai bagian dari pembinaan personel melalui mekanisme aturan yang berlaku,” ujarnya.

Selain di tataran manajemen, gubernur juga meminta peningkatan kualitas tenaga perawat, bidan, dan farmasi. Menurut Hery, tenaga medis dan paramedis ini sangat vital dan strategis sebagai ujung tombak pelayanan. Untuk itu, pada 28–31 Agustus 2017, RSUDAM menggelar pelatihan pencampuran obat suntik bagi 600 paramedis.

Setiap angkatan terdiri dari 150 orang yang dipandu narasumber A. Famami dan Mirza Junando dari internal RSUDAM. Kedua instruktur ini pernah mengikuti pelatihan di Jakarta. Pelatihan ini diselenggarakan dengan target keselamatan pasien dan meningkatkan keterampilan serta pemahaman tenaga perawat, bidan, dan farmasi dalam pencampuran obat suntik (IV admixture).

’’Rangkaian pelantikan pejabat serta pelatihan tenaga medis dan perawat, bidan, dan farmasi ini merupakan upaya total RSUDAM mengubah citra dan pelayanan bagi masyarakat. Sebagai ujung tombak terakhir pelayanan medis, targetnya agar pelayanan safety dan tepat guna dalam pemberian obat serta tercapai dengan optimal,” kata Hery. (rls/c1/fik)



Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News