Maaf, Giana Terpaksa Begini karena Tuntutan Ekonomi

Maaf, Giana Terpaksa Begini karena Tuntutan Ekonomi
Lima orang PSK di Terminal Pesiapan diperiksa penyidik Polres Tabanan, Senin (19/12). Foto: Dewa Rastana/Radar Bali

jpnn.com - TABANAN - Polres Tabanan di Bali pada Senin (19/12) malam menggerebek lokalisasi di Terminal Pesiapan. Hasilnya, ada lima pekerja seks komersial (PSK) yang terjaring razia.

Salah satu PSK yang bernama Giana (37) mengaku terpaksa menekuni profesi sebagai penjual jasa esek-esek itu. Perempuan yang hanya lulusan sekolah dasar itu merasa terdesak oleh tuntutan ekonomi

"Ya mau bagaimana lagi karena keadaan. Sudah ditinggal suami, sekarang kebutuhan anak saya kuliah banyak," ungkap ibu satu anak itu seperti diberitakan Jawa Pos Radar Bali.  

Sebelumnya, Satuan Sabhara Polres Tabanan juga telah mengamankan lima orang PSK dari Terminal Pesiapan lengkap dan seorang pria hidung belang.  Praktik prostitusi di Persipan sebenarnya sudah berlangsung sejak lama.

Peminat PSK di Persipan pun datang dari berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat umum, sopir truk hingga pelajar.

Namun, di balik keberadaan lokasi prostitusi tersebut tak sedikit masyarakat disekitar lokasi yang risi. Sebab, di lokasi itu juga ada tempat suci berupa musala.

Sedangkan, salah seorang pedagang yang sering kali berjualan di sekitar Terminal Pesiapan, Nu Made Sudi (40) menyebut razia itu kurang maksimal. Sebab, razia dilakukan saat lokalisasi Persipan masih sepi PSK. "Siang dan sore biasanya akan semakin ramai," ujarnya.(ras/mus/jpg/ara/jpnn)

 


TABANAN - Polres Tabanan di Bali pada Senin (19/12) malam menggerebek lokalisasi di Terminal Pesiapan. Hasilnya, ada lima pekerja seks komersial


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News