Kamis, 18 September 2014 | 12:39:42
Home / Nasional / Humaniora / Waisak Momen Intropeksi Diri

Rabu, 18 Mei 2011 , 06:16:00

BERITA TERKAIT

MAGELANG - Puncak perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak berlangsung di pelataran barat Candi Borobudur, (17/5) petang. Momentum ini dimanfaatkan ribuan umat Buddha dari berbagai penjuru dunia untuk hadir mengikuti proses pencerahan dan perbaikan diri menuju kesempurnaan ajaran Buddha Dharma.

"Nilai ke-Buddha-an dalam diri setiap manusia hanya dapat dicapai dengan hati yang sempurna. Oleh karena itu, setiap manusia tidak boleh salah dalam mengarahkan hatinya. Hanya dengan hati yang benar, maka setiap manusia bisa mengembangkan diri serupa seperti Sang Buddha," ujar Ketua Widya Kasaba Dewan Sangha Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi) Bhiku Tadisa Paramita Mahasthavira, dalam renungan Waisak, Rabu (17/5).

Ribuan umat Buddha dengan khusyuk mengikuti detik-detik Waisak yang jatuh pada pukul 18.08.23 WIB. Sekitar 10 menit sebelum dan setelah detik-detik Waisak, segenap umat khusyuk melakukan meditasi. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyampaian doa-doa dari lima belas sangha yang hadir.

Bhiku Tadisa mengatakan, mengarahkan hati sangat penting untuk diperhatikan karena jika salah dapat menjerumuskan manusia ke neraka. Sebaliknya, hati yang penuh kebajikan akan membawa manusia ke surga. "Kebodohan membuat manusia terombang-ambing memaksa manusia tidak mengerti hati, dan tidak bisa mengerti tentang kemanusiaan," tutur dia.

Dengan mempertimbangkan hal ini, dia pun meminta setiap umat Buddha untuk memanfaatkan momen perayaan Waisak ini dengan sebagai momen untuk introspeksi diri. Dengan melihat lebih jauh ke dalam diri sendiri, manusia akan dapat mencapai kebahagiaan dan menghindarkan berbagai penderitaan, yang biasanya datang dari pihak luar.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Agama Buddha Kementerian Agama Budi Setiawan mengatakan, inti ajaran agama Buddha bertolak pada hati dan pikiran dengan menerapkan prinsip-prinsip kebajikan. Dengan prinsip ini, maka ajaran agama Buddha juga penting untuk diterapkan dalam kegiatan pembangunan bangsa dan negara. "Dengan memahami secara mendalam tentang ajaran agama Buddha ini, umat Buddha dapat berkontribusi besar dalam tantangan hidup dewasa ini, menyebarkan kebaikan untuk orang lain dan lingkungan yang ada di sekitarnya," ujarnya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Walubi Siti Hartati Murdaya mengatakan, tema Waisak kali ini adalah "Mencari Kebahagiaan dan Kedamaian di Dalam Diri Sendiri". Tema ini bermakna dengan meniti jalan kesucian dengan membebaskan diri dari cengkraman setan, maka manusia akan menemukan kedamaian sejati.

Hartati mengatakan, umat Buddha diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidupnya dengan bersikap tulus dan rendah hati, ikhlas mengabdikan diri pada kepentingan negara dan bangsa, dan berjuang untuk kepentingan orang lain.

Sebelum itu, rangkaian prosesi hari terakhir sebelumnya dilakukan dengan melaksanakan doa dan membaca parita di depan altar di barat Candi Mendut dipimpin para biksu masing-masing sangha. Dilanjutkan dengan mengiring air suci dan api abadi dari candi tertua tersebut menuju ke Candi Borobudur. Dalam prosesi ini, seluruh warga yang menonton mendapatkan percikan air suci dari para biksu. (vie/ton)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar