Sabtu, 01 November 2014 | 19:36:29
Home / Nasional / Hukum / Nuh Klaim 60 Persen Temuan BPK Sudah Dibereskan

Jumat, 21 Oktober 2011 , 21:21:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengungkapkan, pihaknya telah menindaklanjuti sekitar 60 persen rekomendasi dari  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas temuan-temuan di Kemdiknas tahun 2010, dalam waktu dua bulan. Menurutnya, hal ini merupakan prestasi yang luar biasa,  dibandingkan dengan tahun 2009 yang hanya mampu menindaklanjuti rekomendasi BPK kurang dari 30 persen.

“Pada temuan tahun 2010 itu kan, kami diberi waktu 2 bulan untuk memberikan tindaklanjut. Ternyata,  dalam kurang dari 2 bulan itu, kita sudah berikan paling tidak  60 persen dari apa yang sudah direkomendasikan sudah bisa kita tindaklanjuti. Itu lompatan luar biasa. Karena tahun sebelumnya kurang dari 30 persen. Ini menunjukkan komitmen kita untuk terus melakukan perbaikan,” ungkap Nuh ketika ditemui wartawan usai acara launching Rencana Aksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk Mewujudkan Laporan Keuangan dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun anggaran 2011 di Gedung Kemdikbus, Jakarta, Jumat (21/10).

Mantan Menkominfo itu mengatakan, dengan berubahnya nama Kemdiknas menjadi Kemdikbud saat ini dharapkan dapat lebih berkomitmen untuk bisa berubah lebih baik. “Maka dari itu, aki ini aksi untuk capai WTP,” imbuhnya.

Nuh menjelaskan, tindaklanjut atas temuan atau  persoalan tersebut berdasarkan dan  sesuai dengan apa yang direkomdasikan olh BPK. Diakui, ada beberapa rekomemdasi yang bisa dilakukan oleh pihaknya. Akan tetapi, ada oula yang membutuhkan waktu untuk menindaklanjutinya.

“Misalnya,  yang volumennya agak besar yaitu urusan tanah, yang ada di Universitas Sumatera  Utara (USU). Masalah ini terjai mulai tahun 80-an. USU itu menerima lebih dari 500 hektar. Tapi dalam tanah tersebut ada kira-kira 127 hektar yang dihuni oleh penduduk untuk pindahkan dan bereskan penduduk di dalam itu. Ini tidak bisa dilakukan dengan cepat. Jangankan Kemdikbud, lembaga lain juga kesulitan. Itu satu diantaranya yaitu kita berikan ganti rugi supaya mereka pindah. Nah, itu kan perlu uang, jadi kaitannya tidak bisa terburu-buru,” paparnya.

Meskipun begitu, Nuh tetap menegaskan dan optimis masalah ini akan dapat segera diselesaikan walau memerlukan waktu yang lama. “Tentunya kita akan terus pelajari masalah USU ini, yang kemudian saya pikir ini bisa segera dituntaskan,” tandas Nuh. (cha/jpnn)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar