Senin, 20 April 2015 | 02:08:50

Selasa, 25 Oktober 2011 , 10:19:00

TIMIKA – Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PUK SP KEP SPSI PTFI hari Senin (24/10) melanjutkan perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVII tahun 2011-2013. Ini merupakan perundingan lanjutan setelah kembali digelar di Hotel Rimba Papua pada Jumat (21/10) lalu. Namun sampai kemarin kedua belah pihak belum menemui kesepakatan Perundingan dimulai sekitar pukul 10.30 WIT sampai pukul 17.00 WIT.

Sebelum dilangsungkan perundingan, lebih dahulu dibuka Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Mimika, Dionisius Mameyao, SH MSi. Dalam pembukaannya, Dion mengatakan perundingan bipartit ini dilanjutkan sesuai hasil kesepakatan perundingan Jumat lalu karena belum membuahkan hasil.

"Apabila perundingan kedua belah pihak ini hari ini (kemarin) belum juga ada titik temu, maka perundingan akan dilanjutkan pada Selasa (25/10) besok (hari ini). Namun apabila perundingan yang dilakukan oleh kedua belah pihak juga belum membuah hasil, pemerintah akan mencoba menjadi mediator perundingan yang dilaksanakan hari Rabu (26/10)," terang Dion.

Arahan Kepala Dinsosnakertrans disepakati kedua belah pihak, baik Manajemen PTFI maupun pekerja yang diwakili PUK SP KEP SPSI PTFI yang dipimpin ketuanya, Sudiro. Setelah saran disepakati, Kepala Dinsosnakertrans ke luar dari ruang perundingan untuk memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak melakukan pembicaraan.

Hasil perundingan PKB XVII ini sangat penting dan ditunggu-tunggu para pekerja. Seperti diketahui sejak 15 September lalu, ribuan pekerja PTFI melakukan mogok kerja. Juga terjadi pemblokiran akses masuk areal perusahaan oleh sekelompok orang.

Juru Bicara PUK SP KEP SPSI PTFI, Julius Parorongan kepada sejumlah wartawan seusai perundingan PKB Senin (24/10) kemarin mengatakan, perundingan yang dilaksanakan Senin (24/10) kemarin berjalan bagus dan dinamis. Tapi karena kedua belah pihak belum menemukan kata sepakat, maka hari ini perundingan akan dilanjutkan untuk mencari dan mendiskusikan solusi yang terbaik. Kata Juli, dalam perundingan hari ini, pihak Manajemen akan membawa formula baru. “Dan kami pun akan datang dengan penawaran yang baru,” ujarnya.

Dalam perundingan yang berlangsung Senin kemarin, kata Juli, secara umum masih sama dengan yang dibicarakan Jumat lalu. SPSI PTFI mensyaratkan pekerja yang dirumahkan sebagai sanksi ikut mogok kerja, agar dipekerjakan kembali. Kemudian upah pekerja selama mogok kerja, tetap dibayarkan. Juga meminta perusahaan menerima tuntutan kenaikan upah karyawan menjadi berkisar 7,5 dollar AS per jam untuk pekerja nonstaf F 1 hingga 33 dollar AS per jam untuk staf tingkat tiga.

Sementara Manajemen PTFI meminta blokade areal tambang oleh pekerja agar dibuka, memberi kebebasan kepada karyawan yang mau bekerja, dan menawarkan kenaikan upah karyawan sebesar 25 persen dalam jangka waktu dua tahun, atau sesuai hasil perundingan tripartit tanggal 24 September lalu. Dengan kenaikan 25 persen, berarti upah pekerja akan berkisar 2,6 dollar AS per jam sampai 13,75 dollar AS per jam.

“Pihak Manajemen menginginkan blokade jalan untuk dibuka. Nah, untuk membuka blokade jalan, maka tuntutan terhadap kenaikan 7,5 dollar AS per jam harus dipenuhi terlebih dahulu. Kami juga meminta PHK dan sanksi yang dikenakan kepada karyawan untuk dicabut. Serta membayarkan gaji karyawan selama mengikuti aksi mogok kerja ini,” paparnya.

Kata Juli, dalam perundingan Senin kemarin, poin yang masih menjadi perdebatan utama adalah kenaikan upah. Dimana pihak Manajemen masih mengajukan tawaran kenaikan upah 25 persen selama dua tahun. “Kalau berbicara masalah prosentase, maka Manajemen harus mengimbangi apa yang menjadi permintaan dari karyawan. Kalau masih bertahan di 25 persen, berarti jauh dari permintaan karyawan,” ujarnya.

“Pada prinsipnya, peningkatan dolar per jam untuk mencari rupiah dalam perbulan. Bukan kita mau digaji dolar. Ini yang banyak disalahtafsirkan oleh masyarakat luar. Kita tidak minta dolar, karena kita cukup cinta terhadap rupiah,” papar Juli.

Setelah perundingan Senin kemarin juga belum menemui kesepakatan, kata Juli, Manajemen PTFI dan juga SPSI PTFI setuju hari ini akan bertemu kembali untuk melanjutkan pembicaraan.

“Mudah-mudahan ada kesepahaman dan kesepakatan yang baik dalam mencari solusi permasalahan ini. Perundingan ini dilakukan dengan itikad yang baik. Maka demi kepentingan bersama, kepentingan pribadi untuk ditinggalkan terlebih dahulu, namun lebih mengedepankan kepentingan bersama,” terangnya.

Kata Juli, pihaknya setuju dengan barter persyaratan. “Dalam arti kalau Manajemen meminta satu maka Manajemen juga harus mengabulkan satu persyaratan dari kami. Dan perundingan ini akan dilanjutkan sampai besok (hari ini, Selasa, 25/10). Kalau belum ada titik temu, maka akan difasilitasi oleh Pemda dan DPRD,” terangnya.(upg)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar