Rabu, 27 Agustus 2014 | 18:08:01
Home / Berita Daerah / Sultra / Realisasi e-KTP Baru 54,46 Persen

Senin, 16 April 2012 , 04:34:00

BERITA TERKAIT

KENDARI - Realisasi program Kartu Tanda Penduduk Elektonik (e-KTP) yang digulirkan sejak tahun lalu ternyata masih belum memenuhi harapan. Padahal sesuai proyeksi awal, tahun ini harusnya seluruh proses tersebut telah tuntas. Pihak yang terlibat dalam proses pembuatan e-KTP pun turut diduga menjadi biang lambanmya pelaksanaan program ini.

Sekretaris  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kendari, Abdul Baris yang ditemui mengatakan, sesuai laporan enrollment e-KTP Kota Kendari hingga 10 April 2012  baru mencapai 54,46 persen dari jumlah total warga. " Dari 218.257 target warga yang telah berhak memiliki e-KTP, yang terealisasi sebanyak 118. 861 jiwa," rincinya.
   

Dari 10 kecamatan yang ada, Poasia menjadi wilayah paling besar terealisasi, sebanyak 70,42 persen diikuti Abeli, 63,34 persen.  Sedangkan Kecamatan Baruga dan Kecamatan Kendari Barat menjadi distrik yang paling minim realisasinya, masing-masing 45,2 persen dan 46,88 persen. Secara keseluruhan hasil pelayanan e-KTP untuk Kecamatan Kendari terealisasi sebanyak 61,01 persen, Kecamatan Puwatu 56,07 persen, Mandonga dan Wuawua terealisasi 55,98 persen, Kecamatan Kambu 52,15 persen serta Kadia 49,24 persen.
   
"Kendala paling prinsip yang dialami adalah kurangnya partisipasi masyarakat untuk memenuhi panggilan perekaman e-KTP di masing-masing kecamatan. Juga masih banyak masyarakat yang tidak ada di tempat atau sibuk di luar daerah hingga tidak bisa mengikuti enrollment, termasuk banyaknya masyarakat yang pindah dan datang antar kecamatan sehingga datanya harus dimuktahirkan dulu. Sebenarnya kalau ada partisipasi warga, semua bisa terealisasi dengan cepat. Hingga  saat ini petugas masih standby di kantor kecamatan dan diharapkan warga dapat datang mengurus e-KTP. Sebab setelah tanggal 31 April mendatang kepengurusan e-KTP sudah dikenakan biaya administrasi," jelas Baris.

Soal tanggapan masyarakat terkait kurangnya sosialisasi yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Capil Kota Kendari, Baris membantah hal tersebut. Sebab menurutnya, sejak digulirkan 2011 lalu, timnya telah bekerja maksimal dengan melakukan sosialisasi lewat media elektronik dan media cetak sampai ke tingkat RT. (p1/cok)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar