Sabtu, 20 Desember 2014 | 06:29:51
Home / Politik / Megawati Merasa Buruh dan PDIP Bernasib Sama

Kamis, 03 Mei 2012 , 15:51:00

JAKARTA - Ketua PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengingatkan kaum buruh untuk kompak dan solid dalam menyuarakan tuntutannya. Menurut Megawati, kaum buruh juga harus realistis dan suatu saat siap jika harus berjuang sendirian.

Hal itu disampaikan Megawati ketika berpidato pada acara peringatan hari buruh sekaligus peresmian Posko Pengaduan Buruh dan Kesehatan di lapangan DPP PDIP Lenteng Agung, Kamis (3/5). "Kemarin saya lihat tuntutan buruh agar upah naik Rp 2 juta. Itu memang layak apalagi situasi dan kondisinya seperti ini. Tapi implementasinya bagaimana, jangan hanya berjuang berdasar emosi tetapi juga pikiran yang orisinil," kata Megawati.

Di hadapan 1500 undangan yang terdiri dari kelompok serikat buruh, pekerja medis, mahasiswa dan kelompok tani itu Megawati juga mengatakan, karena PDIP bukan partai penguasa maka pihaknya tidak bisa mengambil kebijakan langsung bagi buruh. Meski demikian Megawati menjanjikan bahwa  kader-kader PDIP di parleman akan memperjuangkan suara buruh.

"Saya sebagai ketua umum partai politik yang mendorong perjuangan buruh, ya membantu lewat DPR. Meski terkadang PDIP harus ditinggal sendirian saat ada hal yang harus diperjuangkan. Nasibnya (PDIP) sama dengan buruh. Tapi kami tak gentar, karena ada prinsip ekonomi kerakyatam, ekonomi Pancasila yang harus diterapkan," ucap Mega yang ditimpali tepuk tangan hadirin, termasuk Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga yang juga hadir pada acara itu.

Pada bagian lain pidatonya Megawati juga memberikan apresiasi atas aksi kelompok buruh pada May Day, Selasa (1/5) lalu yang berlangsung tertib. Sebab awalnya Presiden kelima RI itu khawatir aksi buruh saat May Day akan berakhir ricuh. 

"Kemarin itu sudah lumayan. Tidak terprovokasi. Saya sempat deg-degan juga. Tapi memang begitulah perjuangan, kelompok buruh harus bisa mengorganisir dirinya," pintanya.

Dalam kesempatan itu Megawati juga meresmpikan Posko Pengaduan Buruh dan Kesehatan. Nantinya, posko itu akan didirikan di setiap kantor cabang PDI Perjuangan. "Bukan hanya kader saja yang mengadu, semua boleh memberi penagduan termasuk nelayan, petani dan juga pekerja," katanya.

Sedangkan Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Ribka Tjiptaning mngatakan, PDIP akan terus mendorong agar buruh mendapat upah yang layak. PDIP juga terus menyuarakan penolakan terhadap  isi UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang tidak pro-buruh.

Menurut Ribka, kalaupun pemerintah pada saat May Day lalu memberi "kado" berupa transportasi untuk buruh, rumah sakit buruh, Rusunawa dan penghasilan tak kena pajak, maka sebenarnya hal itu memang hak buruh. Karenanya Ribka yang juga Ketua Komisi IX DPR itu menganggap kebijakan pemerintah itu sama sekali bukan hadiah bagi buruh.

Ribka beralasan, kado untuk untuk buruh itu dananya uga diambil dari dana buruh yang disetor ke Jamsostek. "Ini akal-akalan saja," ucapnya.(ara/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar