Rabu, 30 Juli 2014 | 03:53:06
Home / Nasional / Humaniora / Tim Evakuasi Kesulitan Kumpulkan Bagian Tubuh Korban

Sabtu, 12 Mei 2012 , 19:43:00

Tim Evakuasi dari Basarnas mengangkut kantong jenasah, Sabtu (12/5). Foto: Arundono/JPNN
Tim Evakuasi dari Basarnas mengangkut kantong jenasah, Sabtu (12/5). Foto: Arundono/JPNN
BERITA TERKAIT

JAKARTA--Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI AU Daryatmo menyampaikan, total kantong jenazah yang telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, sebanyak 16 kantong jenazah. Menurutnya, isi dari keenambelas kantong jenazah yang telah tiba di Jakarta tersebut merupakan korban-korban jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang telah berhasil dievakuasi dari area kejadian.

"Kami akui, betapa sulitnya untuk membawa, mengumpulkan bagian-bagian tubuh korban yang terburai untuk dibawa ke helipad. Dari lokasi kejadian, korban dibawa naik, dengan menggunakan sling. Kemudian dibawa ke Cijeruk dan langsung dikirim ke Halim," ungkap Daryatmo saat konferensi pers laporan sementara evakuasi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (12/5).

Daryatmo mengatakan, seluruh tim gabungan pada Minggu (13/5)akan terfokus evakuasi korban yang berada di bagian bawah jurang, yang tentunya medannya jauh lebih sulit dibandingkan dengan proses evakuasi yang dilakukan Sabtu (12/5). "Kemungkinan masih banyak (korban) yang berada di bagian bawah jurang," ujarnya.

Dikatakan, proses evakuasi ini menggunakan ukuran kantong jenazah dan bukan jumlah jenazah. Menurutnya, hal ini disebabkan karena penentuan jumlah jenazah tersebut merupakan kewenangan tim Disaster Victim Identification (DVI).

"Dalam proses evakuasi ini, kita juga melibatkan beberapa ahli pemanjat tebing profesional dan Kopassus. Kita inginkan untuk dapat melakukan  evakuasi secara tepat," jelasnya.

Adapun mengenai foto-foto yang beredar di dunia maya dan diduga korban Sukhoi, Daryatmo menegaskan bahwa foto tersebut tidak benar. Maka, pihaknya pun juga turut mengundang Roy Suryo untuk bisa memastikan foto-foto yang beredar di internet tersebut apakah asli atau palsu. "Marilah kita sama-sama bertanggungjawab, punya tenggang rasa terhadap korban. Jangan menyebar kabar yang tidak benar," tuturnya. (cha/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar