Senin, 01 September 2014 | 14:34:50
Home / Nasional / Humaniora / Pelancong Penuhi Helipad Evakuasi

Minggu, 13 Mei 2012 , 10:25:00

BERITA TERKAIT

HELIPAD posko evakuasi korban jatuhnya Sukhoi Super Jet 100 riuh rendah pada siang hingga petang kemarin. Bukan dipenuhi tim evakuasi, tapi oleh wisatawan bencana dan pedagang dadakan. Akibatnya, jalan kecil di depan SMP Negeri 1 Cijeruk yang ukurannya pas untuk dua mobil macet parah. Helipad yang mestinya steril juga riuh oleh penonton.

"Saya datang untuk menonton evakuasi. Kan beda kalau cuma nonton dari tivi," ujar Asri Palupi, warga Bogor kota yang datang bersama tiga temannya. Layaknya turis, dengan tenang dia berfoto ria dengan latar belakang helikopter tim evakuasi. Celakanya, aksi narsis tidak pada tempatnya ini tidak hanya dilakukan Asri. Ratusan orang di pinggir Helipad melakukan aksi serupa. Terang saja petugas kerepotan.

"Kami maklum saja jika warga ingin mendekat. Tapi, kalau sudah membahayakan area helipad tentu tidak bisa ditolerir," ujar Rois Rifai, salah satu anggota tim evakuasi yang standby di Posko Cijeruk.

Polah para pelancong bencana ini memang merepotkan. Selain berfoto ria, mereka juga asyik merokok di sekitar helipad. Padahal, tepat di pinggiran helipad petugas menyiagakan satu truk tangki avtur untuk bahan bakar helikopter.

"Kami tegas kepada yang merokok. Kami tidak mengusir, hanya meminta untuk mematikan rokok," sambung Rois. Di sekitar helipad di lapangan belakang sekolah ini terlihat makin padat penonton saat hari makin siang. Para penonton tak peduli terpaan angin besar oleh baling-baling helikopter bercampur debu dan sampah menerpa.
 
"Saya penasaran saja ingin melihat langsung," kata Titik Kosasih, warga Depok yang datang beserta anaknya.
 
Dia menganggap kedatangannya adalah wajar sebagai simpati bagi korban. Bersama keluarga besarnya, semobil jenis Toyota Avansa dia datang ke Cijeruk. Titik membantah kedatangan dirinya dan penonton lainnya mengganggu evakuasi. "Kita kan cuma nonton," tukasnya.

Begitu semangatnya, para penonton tidak hanya memenuhi pinggir helipad. Ratusan orang lainnya tampak betah di bawah terik matahari sembari duduk di bukit yang berada di samping helipad. "Kapan lagi bisa lihat helikopter dari dekat Pak," ujar Endang Suarlan, warga Sawangan yang datang berboncengan dengan istri dan dua anaknya. 

Seperti layaknya sebuah tontonan, kawasan helipad juga sesak oleh pedagang dadakan. Mulai Sate, Bakso, mainan anak hingga pedagang aksesoris tumpah ruah. "Namanya juga dagang. Asal ada yang ramai, saya pasti datang. Lumayan, hasilnya dua kali lipat dari biasanya," ujar Anton, pedagang bakso keliling.

Kerumunan penonton mulai cair saat petang mulai datang. Satu per satu mereka pulang. Arus pulang penonton menimbulkan kemacetan parah. Mobil logistik untuk petugas di posko Cijeruk sempat kesulitan mengirimkan pasokan. (tir)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar