Jumat, 19 Desember 2014 | 03:16:21
Home / Politik / Pilkada / Ruhut Juga Minati Kursi Gubernur

Senin, 21 Mei 2012 , 11:37:00

JAKARTA-Diam-diam, Ketua DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul ternyata sangat berminat menjadi gubernur Sumatera Utara (Gubsu). Apalagi, menurutnya jika dibanding Ketua DPP Demokrat lainnya, Sutan Bathoegana Siregar, dirinya jauh lebih beken.

“Siapa sih yang nggak kepengen menjadi gubernur?” ungkap ‘si Poltak Raja Minyak dari Medan’ ini kepada Sumut Pos (Grup JPNN).

Makanya selain dia dan Sutan, Ruhut sangat yakin masih banyak tokoh-tokoh asal Sumut lainnya yang selama ini berkiprah secara nasional, tertarik untuk ikut ambil bagian.

Oleh sebab itu, bursa pencalonan diprediksi akan benar-benar ramai dan berlangsung ketat. Namun satu hal yang pasti, kondisi ini pada dasarnya menunjukkan bahwa secara sumberdaya manusia, Sumut cukup andal.

Menariknya ketika bicara calon dan Demokrat, hingga saat ini sendiri Ruhut memastikan Majelis Tinggi belum juga menentukan pilihan siapa yang nantinya akan diusung. “Dan dia (Sutan) tahu, majelis tinggi selalu lihat hasil polling. Nah sekarang hasil pollingnya bagaimana? Buktinya lebih beken aku, bukan dia. Makanya kemarin ada yang bertanya, mengapa bukan aku saja yang maju?” ujar Ruhut.

Tak pelak, pertanyaan yang disampaikan Ruhut langsung Sumut Pos kembalikan pada aktor dalam sinetron ‘Gerhana’ tersebut.  “Aku kan ditugaskan khusus oleh Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat). Kalau aku maju, lalu siapa pengganti si-Poltak ini? Pak SBY bilang begitu, katanya kita (Demokrat) butuh Ruhut,” jawabnya.

Bukankah Ruhut bisa menolak persis yang dilakukan Sutan kepada Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum. Ya, beberapa waktu lalu, Sutan sempat mengatakan kalau dia menolak posisi menteri yang ditawarkan Anas. “Saya ini loyalis. SBY itu negarawan yang baik. Jadi harus kita dukung,” elaknya.

Oleh sebab itu, meski mengaku sangat tertarik untuk maju, Ruhut mengaku saat ini lebih memilih menjalankan tugas yang dipercayakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Namun, bukan berarti dia tidak akan ambil bagian dalam pilgubsu. Secara khusus anggota Komisi III DPR ini mengaku siap mendukung pencalonan Sutan Bathoegana Siregar. “Saya siap bantu Sutan biar pollingnya tinggi,” tegasnya.

Ruhut menambahkan, dukungannya saja tak akan cukup untuk Sutan. Sutan, menurutnya, harus benar-benar bekerja keras. “Jadi sekarang ini, Sutan juga harus bisa merebut hati Majelis Tinggi Demokrat,” ungkapnya.

Lalu, kapan Majelis Tinggi Demokrat akan mengeluarkan keputusan? Ruhut dengan tegas menyatakan, hal tersebut bisa saja hingga di menit-menit terakhir pembukaan pendaftaran. “Seperti untuk DKI Jakarta misalnya, itu Majelis Tinggi mengeluarkan keputusan di last minute. Padahal dari awal, polling Fauzi Bowo tetap tinggi terus. Makanya dari itu, Sutan harus benar-benar dapat merebut hatinya mereka,” tambahnya.

PKS Sudah Bulat Usung Gatot

Sementara itu dari Medan, satu-satunya partai yang telah memastikan bakal calon (balon) gubsu yang akan diusung pada Pilgubsu 2013 adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kini partai ini sudah mulai melakukan pembicaraan dengan sejumlah tokoh dan partai di Sumut.

Pembicaraan itu bertujuan untuk memilih dan memilah, siapa tokoh yang paling relevan guna dikawinkan dengan Gatot Pujo Nugroho. “Kami sudah memastikan akan mengusung Gatot Pujo Nugroho. PKS  khususnya di provinsi saat ini sedang membuka dan menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh dan parpol dalam rangka penentuan siapa calon wakil gubernur pendampingnya,” ungkap Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaq, ketika di Medan, Minggu (20/5).

Pada kesempatan itu, Luthfi kembali menegaskan, tekad PKS untuk mengusung Gatot sebagai cagubsu sudah bulat. Hanya saja, untuk kepastian administratif berupa Surat Keputusan (SK) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, belum bisa dikeluarkan karena masih menunggu siapa pasangan yang akan disandingkan dengan Gatot. Sebab, SK DPP PKS dibuat berpasangan.

“Sudah ada beberapa nama yang dibicarakan, namun nanti akan dikerucutkan di DPW untuk kami tetapkan di DPP,” lanjutnya, tanpa merinci nama-nama dimaksud.

Terkait parpol koalisi, Lutfhi mengungkapkan, DPP menyerahkan sepenuhnya kepada DPW. Menurutnya, semua parpol yang menjadi peserta pemilu 2009 memungkinkan untuk diajak berkoalisi oleh PKS, asalkan memiliki komitmen untuk membangun Sumut menuju kejayaan bangsa.
Ketua DPW PKS Sumut M Hafez membenarkan, jika pihaknya sudah mulai berkomunikasi dengan sejumlah tokoh-tokoh dan parpol di Sumut. Sebab, katanya, PKS tidak bisa mengusung pasangan calon secara sendiri karena tidak memenuhi syarat minimal perolehan 15 kursi DPRD Sumut maupun 15 persen dari suara-suara sah pada pemilu legislatif 2009 lalu.

“Komunikasi sudah dan terus kami lakukan, semuanya masih memungkinkan. Begitupun parpol yang akan diajak untuk berkoalisi. Secepatnya, akan kami putuskan untuk kemudian disampaikan kepada DPP,” katanya.(gir/ari)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 12.05.2013,
          17:10
          arif
          semakin tambah Gubernur PKS, semkain tambah Proyek tender daging Sapi sampinganya daging lokal, sprti gatot Pujo ketika Ayu Ashari bersaksi. uang haram mantap mensukesekan parta dakwah From mobile