Rabu, 29 Juli 2015 | 02:46:08

Kamis, 24 Mei 2012 , 08:32:00

Ratusan mahasiswa menggelar aksi demo dengan merusak pagar dan Tugu Pon di jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Rabu (23/5). Foto: DEFIZAL /RIAUPOS
Ratusan mahasiswa menggelar aksi demo dengan merusak pagar dan Tugu Pon di jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Rabu (23/5). Foto: DEFIZAL /RIAUPOS
PEKANBARU- Tugu countdown (penghitung waktu mundur) PON XVIII Riau yang terletak di Jalan Cut Nyak Din I antara Kantor Gubernurdengan Pustaka Wilayah Soeman HS, dirusak oleh pendemo yang menamakan diri mereka Aliansi Rakyat Riau berdaulat. Aksi merekaini awalnya berdemonstrasi di kantor Gubernur RIau.

Di dalamnya tergabung BEM Unri, BEM UIN, BEM UMRI, BEM UIR,Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), PD KAMMI Riau, dan Gerakan Mahasiswa Pembebasan Riau.

Aksi demo yang berujung pada pengrusakan tugu yang dibangun seharga lebih kurang Rp1,3 miliar ini terjadi Rabu (23/5) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam tuntutannya, para pendemo inimendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menetapkan petinggi Riau sebagai tersangka skandal suap dana venue PON XVIII Riau.

Koordinator lapangan, Yopi Pranoto mengatakan aksi tersebutmerupakan wujud keprihatinan yang mendalam terhadap kondisikorupsi yang terjadi di Riau. Usai berorasi, para mahasiswa juga meluapkan rasa kecewa dengan membakar ban di depan pintu gerbang kantor GUbernur Riau.

Usai aksi tersebut, kumpulan mahasiswa kembali berorasi dan merusak pagar tugu countdown. Tidak hanya itu, mahassiwa beramai-ramai memecahkan lampu tugu.Meski dikawal puluhan polisi berpakaian dinas dan preman, namun aksi ini tidak terbendung.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Humas Setdaprov Riaumengaku kecewa dengan aksi tersebut. Menurutnya, langkah penyampaian aspirasi idealnya tidak disertai dengan tindakan pengrusakan terhadap aset pemerintah.

"Kita kesalkan itu. Seharusnya aspirasi disampaikan denganbenar. Tidak perlu melakukan pengrusakan. Karena kita negarahukum, kita juga mengharapkan aparat penegak hukum untuk mengusut kasus pengrusakan aset pemerintah tersebut. Agar tidak terulanglagi," tegas Riski yang juga merupakan Humas PB PON tersebut.(rio)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar