Jumat, 18 April 2014 | 22:43:57
Home / Politik / Pilkada / Anggaran Pelantikan Gubernur DKI Terlalu Mewah

Minggu, 23 September 2012 , 14:07:00

RELATED NEWS

JAKARTA -- Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, mengatakan alokasi anggaran pelantikan Gubernur DKI Jakarta sangat mubazir. Acara seremonial yang anggarannya mencapai Rp 822 juta dan belanja meubelair Rp 29,5 miliar dianggap terlalu mahal.

"Sebentar lagi pemenang pilgub DKI Jakarta segera akan dilantik, dan alokasi anggaran sudah disiapkan oleh sekretariat DPRD DKI Jakarta sebesar Rp822 juta. Alokasi anggaran sebesar Rp822 juta ini, sebetulnya terlalu mewah untuk acara pelantikan yang berbentuk kegiatan atau acara seremonial ini," kata Uchok, Minggu (23/9), di Jakarta.

Uchok juga mengungkapkan, kemewahaan lain yang kemungkinan disiapkan untuk pelantikan gubernur DKI Jakarta adalah pengadaan meubelair untuk ruang sidang dengan alokasi anggaran sebesar Rp3,7 miliar. Ada juga pengadaan meubelair gedung DPRD DKI Jakarta dengan alokasi anggaran sebesar Rp25,8. "Jadi, total untuk belanja meubelair pada tahun 2012 ini sebesar Rp29,5 miliar," katanya.

"Jadi, dengan akan selesainya pesta demokrasi di Jakarta, maka yang paling beruntung adalah orang-orang DPRD DKI Jakarta sendiri," tambahnya.

Menurutnya, selain akan menghamburkan-hambur uang pajak rakyat Jakarta, dengan belanja meubelair sebesar Rp29,5 miliar, mereka juga akan belanja komputer dan kelengkapannya dengan alokasi anggaran sebesar Rp3,4 miliar. Menurut Uchok, alokasi anggaran belanja komputer ini sangat mahal.

"Dan siapa pun yang miliki komputer ini tidak tahu diri, dan tidak tahu malu pada diri sendiri maupun kepada konstituennya. Dimana, masyarakat sedang berjuang untuk memilih pemimpin baru Jakarta, nggak tahunya, oknum-oknum di DPRD DKI mengambil kesempatan dengan rencana menggerus uang rakyat seperti belanja meubalair, dan belanja komputer," kata Uchok lagi.

Karenanya, Uchok menegaskan, Seknas Fitra meminta kepada calon gubernur DKI Jakarta Jokowi-Ahok untuk menghemat alokasi anggaran pelantikan. Dimana alokasi anggaran sebesar Rp822 juta itu masih terlalu besar, mahal, megah, dan mewah bila dilihat oleh publik Jakarta. "Akan lebih baik alokasi anggaran ini dikurangi sampai dibawah Rp400 juta  saja, agar upacara pelantikan tidak boros anggaran, maupun kegiatan upacara pelantikan jadi sederhana, dan hikmah buat publik," jelasnya.

Seknas Fitra itu meminta kepada anggota dewan, dan sekretariat DPRD DKI Jakarta untuk segera menghapus, seperti belanja meubelair, belanja komputer, dan mengurangi alokasi anggaran pelantikan gubernur. Lantaran pengadaan meubelair, komputer, pelantikan gubernur ini memerlihatkan bahwa orang-orang DPRD DKI Jakarta suka dengan acara seremonial yang kemewahaan. "Tapi tidak suka memikirkan kemacetan Jakarta, banjir, dan masih banyak orang Jakarta yang menganggur," tegasnya.

Ia menambahkan, akan lebih baik, dan elegan orang-orang DPRD DKI Jakarta tidak memikirkan fasilitas melulu. "Tapi mulai hidup sederhana, dan harus memerjuangkan kebijakan yang pro rakyat miskin," katanya. (boy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 16.10.2012,
        00:30
        Biring Mamana M'liala
        Memang para dewan skr tak tau diri From mobile
      2. 23.09.2012,
        16:51
        semua aja mahal
        Nominalnya mulu yg dipermasalahin sesat ente cok!!!yg jadi masalah bukan besarnya tapi bener ga duitnya di pake buat acara itu