Senin, 20 April 2015 | 04:04:27

Minggu, 30 September 2012 , 02:47:00

KEUNGGULAN pasangan Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI putaran kedua berpengaruh konstelasi kepemimpinan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Kondisi demikian bahkan menimbulkan desakan politik yang cukup kuat untuk merombak kabinet yang selama ini membantu kepemimpinan periode sebelumnya.

Sorotan tajam dan wacana untuk merombak atau mengganti sebagian besar pejabat di eselon dua juga terlontar parpol pendukung pasangan Jokowi-Ahok. Termasuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta yang kini masih dijabat oleh Fadjar Panjaitan. Jabatan orang nomor satu di birokrasi Pemprov DKI itu sepertinya menjadi target pergantian pejabat.

Bahkan ketika dikonfirmasi INDOPOS, Sekda DKI  Fadjar Panjaitan secara tegas menyatakan, siap menanggalkan jabatannya apabila menjadi kebijakan pemimpin baru. "Ini bukan soal konsekwensi politik. Tapi ini berbicara tugas dan pengabdian saya sebagai abdi negara," ujar Fadjar baru-baru ini.

Dia mengatakan, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah semestinya melayani masyarakat secara maksimal. Karenanya, ia menyakatan siap menjalani tugas dalam posisi atau jabatan apapun.

Kalaupun kepemimpinan Jokowi sebagai gubernur terpilih tidak menghendaki dirinya menjabat sebagai sekda DKI Jakarta, maka kebijakan itu akan diterima secara legowo. "Jadi semuanya memang tergantung Pak Jokowi. Kalau saya diminta mundur, saya gak mungkin menolak," tegas Fadjar.

Kendari Fadjar membantah kabar yang menyebutkan dirinya pernah melayangkan surat pengunduran diri lantaran mengetahui Jokowi sebagai pemenang di Pilkada DKI. "Kabar itu tidak benar. Selama belum ada yang meminta saya mundur, saya tidak akan mundur," tuturnya.

Tanpa harus diminta mundur dari jabatan sekda DKI Jakarta, tambah Fadjar, kini dirinya tengah menjelang masa pensiun. Kabar pejabat yang mundur dari jabatan pasca diketahui hasil pilkada juga merebak ke wilayah timur Jakarta.

Pada sebuah acara yang dihadiri Gubernur Fauzi Bowo, sejumlah pejabat yang hadir tengah sibuk membicarakan perihal pengajuan pengunduran diri Murdhani dari jabatan walikota Jakarta Timur. Berdasarkan informasi dari sejumlah kalangan pejabat, surat pengunduran diri Murdhani telah diajukan ke gubernur.

Bahkan sebagian pejabat mendengar kabar, surat dimaksud telah ditandatangani oleh Gubernur. Beberapa kalangan menilai hal itu dilakukan Murdhani sebagai bentuk loyalitas kepada figur Fauzi Bowo.

Namun hal itu dilakukan dengan alasan masa jabatan sebagai walikota Jakarta Timur telah berakhir. "Memang yang bersangkutan sudah dua kali perpanjangan masa jabatan," tukas seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya. (pes/rul)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar