Senin, 22 September 2014 | 13:15:00
Home / Ekonomi / Bisnis / Bangun Kilang, Pertamina Seleksi 3 Perusahaan

Sabtu, 15 Desember 2012 , 16:02:00

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) bakal fokus menggarap industri petrokimia tahun depan. Diharapkan pada 2017 perusahaan pelat merah ini bisa memenuhi 30 persen kebutuhan dalam negeri. Untuk mewujudkan hal itu, saat ini Pertamina sedang menyeleksi tiga perusahaan internasional untuk membangun tiga kilang minyak yang dirancang untuk memproduksi produk petrokimia.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir memgungkapkan, ketiga perusahaan itu adalah Mitsubishi Corporation,  SK Global Chemical, dan PTT Global Chemical. Ia berkata, ketiga perusahaan tersebut telah akan diseleksi proposal bisnisnya. Aspek yang menjadi pertimbangan yaitu kemampuan finance, strategi pemasaran, dan teknologi yang digunakan.

"Kami benar-benar selektif untuk  mencari yang terbaik. Selain itu, kami juga berkomitmen minimal share diterima Pertamina 51 persen," jelasnya. Awal tahun depan akan diumumkan siapa yang dipilih.

Tahap  awal, lanjut Ali, pihaknya akan merealisasikan pembangunan pabrik Naphtha Cracker dengan kapasitas 1 juta ton per tahun.  Proyek bernilai USD 5 milyar tersebut diperkirakan akan rampung pada 2017.  Ali menambahkan, keseriusannya menggarap industry petrokimia merupakan wujud dukungan perusahaannya untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor produk petrokimia.

Jika tiga kilang yang ada di Balongan, Banten, dan Tuban bisa terealisasi, Ali berkata pada 2025 pihaknya optimis bakal market leader industry petrokimia dengan market share 80 persen. "Untuk merealisasikan hal itu, kami meminta dukungan pemerintah untuk memberikan intensif," katanya. Bentuk intensif yang diinginkan seperti apa, ia masih enggan mengungkapkan.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementrian Perindustrian Panggah Susanto menyambut baik rencana Pertamina. Ia menjabarkan impor Indonesia di sektor migas dan petrokimia lebih dari USD 32 milyar. Untuk petrokimia sendiri mencapai sekitar USD 6 milyar. "Padahal Indonesia memiliki sumber daya alam berupa minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang dapat dikembangkan untuk industri petrokimia," ucapnya.

Ia  menungkapkan telah menyiapkan beberapa rencana untuk membalikkan posisi Indonesia yang masih net importir menjadi net eksportir pada 2016. Pertama dengan membangun dan mengintegrasikan tiga kilang minyak dengan industri petrokimia. Proyek ini yang akan digagas oleh Pertamina. Namun jika Pertamina tak bisa bertindak cepat maka akan dijalankan plan B yaitu pembangunan pabrik baru di luar perusahaan yang sudah eksis saat ini. Pabrik  itu terbuka oleh investor guna mencukupi. "Setidaknya dibutuhkan enam perusahaan baru," ungkapnya.(uma)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 06.04.2014,
        23:08
        check this out now
        RTbxD9 Awesome post.Really thank you! Really Great. From mobile