Minggu, 07 Februari 2016 | 08:16:54

Kamis, 07 Februari 2013 , 22:57:00

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, yakin penyaluran dana tunjangan guru non PNS yang tahun ini diambil alih kembali oleh kemendikbud dapat berjalan cepat dan efisien. Sebab, dana itu tidak lagi didekonsentrasikan, tapi langsung ditransfer ke rekening guru.

Menurut dia, selama ini banyak guru mengeluhkan keterlambatan penyaluran tunjangan guru. Baik tunjangan melalui transfer daerah, maupun dana kementrian yang didekonsentrasikan ke pemerintah provinsi.

"Ternyata dalam pelaksanaannya sering mengalami keterlambatan, bahkan jumlahnya kurang. Makanya tunjangan ditarik ke pusat dan dibayarkan lewat kementrian. Khusus non PNS mulai dari PAUD sampai Dikmen. Mulai 9 April hingga 16 April 2013 disalurkan dari pusat ke rekening guru," kata Nuh saat Raker di Komisi X DPR, Senayan, Kamis (7/2).

Diketahui tunjangan guru non PNS 2013 berjumlah Rp 7,6 triliun tunjangan guru. Mulai tahun ini penyalurannya kembali dialmbil alih Kementrian Dikbud. Tunjangan itu meliputi tunjangan fungsional non PNS, tunjangan profesi, tunjangan khusus bagi guru di daerah terpencil dan tertinggal, dan tunjangan kualifikasi bagi guru yang melanjutkan ke DIV atau S1.

Menurut Nuh, Anggaran tersebut dialokasikan bagi sebanyak 629.044 guru. Jumlahnya meningkat dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 610.685 guru.

Dari anggaran tersebut, sebagian anggaran digunakan untuk tunjangan fungsional guru non PNS daerah atau guru swasta dan yang belum mendapatkan tunjangan profesi karena belum sertifikasi.

“Alasan ditariknya anggaran fungsional ke pusat supaya efektif. Tahun lalu penyalurannya sering terlambat. Oleh karena itu, (sekarang) ke pusat supaya lebih efektif,” jelas Nuh.(Fat/jpnn)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 04.02.2016,
          18:07
          yuliati,s.pd.sd dari sdn sori owo upt mpuri
          salam hormat pak mentri,tolong di cek data sdn sori owo tahun 2016 untuk daerah terpencil soalnya tahun 2015 kemarin masih ada yang belum dapat di sekolah itu termasuk saya yang tidak dapat tunjangan itu sementara kami mengabdi di tempat sama sama pelosok.makasih atas perhatian bapak mentri. From mobile
        2. 03.02.2016,
          09:31
          Yuliana suryati posan
          Kuliah saya masih berjalan, saya pindah dari UT ke PGSD PROGRAM PPKHB . Mohon tetap di beri tunjangan kualifikasi tersebut From mobile
        3. 03.02.2016,
          09:26
          Yuliana suryati posan
          Saya kuliah dari Universitas Terbuka ke PGSD Program PPKHB kelas merauke, dulu saya mendapat tunjangan kualifikasi akademik, saya mohon tetap di kasih tunjangan itu untuk melanjutkan kuliah From mobile
        4. 26.01.2016,
          21:53
          Annahrun
          Assalamualaiku. saya dari From mobile
        5. 03.01.2016,
          17:18
          Alfred Luturmas
          mohon maaf uda mengganggu pa,,,,
          saya Operator SMA Negeri Kormomolin,Kabupaten Maluku tenggara barat,,permasalaan di sekolah saya,ada teman-teman guru saya yang belum menerima tunjangan Kusus sampai saat ini.sedangkan saya suda pengiriman data Dapodik semester ganjil 2015/2016 suda saya kirim,,,,,mohon oenjelasan kenapa sampai ada beberapa guru yang belum dapat tunjangan Kusus ???? From mobile
        6. 30.12.2015,
          17:18
          Yohanis Mete
          bagaimana cara untuk mendownload daftar nama peneri dana terpencil, karena informasi dari instansi agak lambat, minta solusinya From mobile
        7. 21.12.2015,
          05:45
          aniani
          pak mentri yang terhormat tolong di lihat kembali sekolah SDN 1 winning dan SDN 2 winning yang mana ke dua sekolah ini yang layak mendapatkan tunjangan dacil. kabar yg beredar sebelumnya yang termasuk kategori dacil SDN 1 winning dan SDN waangu angu kab buton. pada tahun 2015 ini. apakah dengan alasan dapodik tidak lengkap apakah dana tunjangan bisa di alihkan ke sekolah lain yg tidak termasuk kategori dacil ? mohon bantuanya pak mentri From mobile
        8. 20.12.2015,
          22:42
          aniani
          saya bukan komen pak mentri hanya mau ceritra dan sedikit bertanya.. di daerah kami ada dua sekolah dasar yaitu SDN 1 winning dan SDN 2 winning . kami di SDN 1 winning yg sangat terpencil berada paling ujung dan semua fasilitas umum tdk ada di banding dengan SDN 2 winning mereka hampir semua fasilitas ada.kami mengajukan permitaan tunjangan dacil tetapi tidak berhasil dengan alasan bahwa data dapodik kami tidak lengkap. yg menjadi pertanyaan buat kami mengapa kalau dapodik kami tidak lengkap dana bos rutin terimah tunjangan sertifikasi juga demikian. rasanya tidak adil yang seharusnya kami yg pantas menerima tunjangan dacil justru SDN 2 winning yg dapat. pertanyaan saya apakah data bisa di manipulasi ? From mobile
        9. 22.09.2015,
          07:32
          Daeng Tarike
          Sangatlah tidak adil jika kurikulum Pendidikan menyebabkan terhapusnya salah satu mata pelajaran di sekolah dan pasti sangat merugikan bagi pengajar tertentu ... mohon fikirkan nasib bagi Abdi Negara apalagi sejumlah mereka membiayai kehidupan anak isteri From mobile
        10. 12.09.2015,
          12:06
          yetmi muti b benu
          saya mohon kepada yang penguasa kalau bisa kami sebagai tenaga Administrasi sekolah (operator Sekolah ) dapat diperhatikan,apalagi saya yang jadi honorer murni.tolong jangan semata-mata hanya guru saja saya juga buang tenaga waktu demi Negara Indonesia ini. From mobile