Kamis, 23 Oktober 2014 | 07:38:46
Home / Politik / Pilkada / Frenly Vs Esthon-Paul di Babak Final Pilgub NTT

Selasa, 26 Maret 2013 , 08:01:00

BERITA TERKAIT

KUPANG -- Pleno rekapitulasi Pilgub NTT tingkat kabupaten/kota final, Senin, (25/3) kemarin. Ini setelah KPU Kabupaten Kupang melakukan pleno. Hasilnya, tidak ada pasangan calon yang mencapai angka kemenangan 30 persen.

Frans Lebu Raya-Benny Litelnoni (Frenly), dan Esthon Foenay-Paulus Tallo (Esthon-Paul) yang finis diurutan pertama dan kedua, berhak melaju ke putaran kedua yang diagendakan 25 Mei 2013.

Hasil pleno KPU Kabupaten Kupang yang dipimpin Ketua KPU Kabupaten Kupang, Hans Ch. Louk, di Aula Gereja Elim, Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, pasangan Esthon-Paul memperoleh suara 67.643 (44,36 persen), Tunas 59.957 (39,32 persen), Cristal 3.427 (2,25 persen), Frenly 15.770 (10,34 persen), dan BKH-Nope 5.703 (3,74 persen).

Dengan hasil pleno tersebut, secara akumulatif perolehan suara lima pasangan calon sesuai pleno 21 KPU kabupaten/kota di NTT adalah, Esthon-Paul 515.872 (22,56 persen), Tunas 514.171 (22,49), Cristal 332.587 (14,54), Frenly 681.303 (29,80) dan BKH-Nope 242.680 (10,61).

Dengan demikian, paket Frenly dan Esthon-Paul berhak melaju ke putaran kedua. Perbedaan antara Esthon-Paul dan Tunas memang sangat tipis, yakni 0,07 persen atau selisih 1.701 suara.

Juru Bicara KPU NTT, Djidon de Haan yang dikonfirmasi mengenai hasil/data tersebut mengatakan, dirinya belum bisa memberi komentar soal data akhir karena sesuai agenda, pleno penetapan di KPU NTT baru dilaksanakan Rabu (27/3) besok.

"KPU kabupaten/kota sudah menyelesaikan pleno, dan pleno penetapan di KPU NTT akan dilaksanakan Rabu (27/3). Kita baru menyampaikan secara resmi setelah pleno penetapan," ujar Djidon.

Bagaimana tanggapan pasangan calon? Paket Frenly sebagaimana dikatakan Ketua Tim Pemenangan Frenly, Kristo Blasin kepada koran ini, Senin, (25/3) malam, pihaknya menghormati proses yang dilaksanakan penyelenggara, yakni KPU, mulai dari tingkat paling bawah hingga KPU NTT.

"Kami menghargai hasil pleno KPU sehingga kami menunggu hingga penetapan akhir oleh KPU NTT," ujar Kristo.

Ditanya kemungkinan besar dua putaran sesuai hasil pleno KPU kabupaten/kota, anggota DPRD NTT ini mengatakan, pihaknya berharap Pilgub NTT berlangsung satu putaran. "Kita tunggu bersama hasil final KPU NTT. Namun, yang paling penting adalah suasana pilgub ini tetap terjaga dengan baik, tetap aman dan damai," katanya.

Sedangkan Esthon Foenay, kepada Timor Express malam tadi (25/3) di kediaman pribadinya, di Oepura, berterima kasih kepada Tuhan atas hasil tersebut.

"Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan. Yang pasti, mari kita tunggu pengumuman resmi KPU. Kita bersabar dan kita tenang, jangan mendahului rencana Tuhan," ujarnya tenang.

Lalu seperti apa tanggapannya terhadap fakta kalau dua kabupaten, yakni TTS dan Kabupaten Kupang sebagai daerah penyumbang suara terbesar dan penentu dia lolos ke putaran kedua? Esthon hanya berkata, "Itulah Fox Populi Fox Dei. Suara rakyat itu suara Tuhan. Hargailah itu."

Dia juga berterima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan yang sudah diberikan kepadanya, walau dia dengan segala keterbatasannya, melayani dan menjangkau masyarakat. "Yang penting proses ini berjalan sesuai mekanisme. Tunggu sampai tanggal 27 setelah pleno," tambah Esthon.

Dia menyerahkan seluruh proses politik ke KPU sebagai penyelenggara, dan dia tidak mau larut dalam euforia sehingga terkesan lupa diri.

Yang pasti, pilgub NTT menurut Esthon, adalah sebuah proses pendidikan politik dan budaya politik kepada rakyat NTT.

"Dan, sebagai seorang pamong praja, saya wajib menunjukkan teladan yang baik kepada masyarakat NTT yang mengasihi saya. Kepada seluruh teman, saya tidak pernah bosan menyerukan kepada mereka, benar, bahwa dalam politik kita berkompetisi. Namun sesungguhnya dalam Tuhan kita adalah saudara," ungkap Esthon sembari mengaku, persahabatannya dengan lawan politik sekalipun, tidak akan menghilangkan rasa cinta dan rasa kasihnya pada mereka.

"Dalam Tuhan kita bersaudara. Satu hal, jaga harmonisasi, keamanan dan persatuan. Dalam proses ini perlu transparansi, kejujuran, bersih dan netral," tambah Esthon.

Dia melihat fenomena yang berkembang, rakyat memilih karena dia membedakan antara fakta, pernyataan dan kenyataan. Dan itu harus sama. Bukan sebatas pemanis bibir. (timex)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        04:16
        nice penalty removal
        x1mYrN Thank you ever so for you article.Really looking forward to read more. From mobile
      2. 25.06.2014,
        02:34
        cheap seo services
        yKT0kH Im obliged for the article post.Really thank you! Much obliged. From mobile
      3. 21.05.2013,
        09:18
        TASMIN
        SIAPAPUN TERPILIH ITULAH GUBERNUR KITA
      4. 18.05.2013,
        11:23
        karel sawi
        FRENLY,doa kami untukmu,lanjutkan program anggur merah untuk kepentingan rakyat NTT,bravo frenly.
      5. 31.03.2013,
        07:45
        politik seni
        Pilkada yang penuh dengan kecurangan dan proses politik pembodohan,,,,,,,

        LEBIH MULIA GOLPUT, TOH SELAMA INI NTT TIDAK ADA PERUBAHAN YANG SIGNIFIKAN, APALAGI SEKARANG ORANG ITU-ITU SAJA.......


        PUTUSAN MAHKAMA KONSTITUSI BELUM KELUAR, ARTINYA PUTUSAN KPUD ITU MASIH GANTUNG,

        FRENLY vS ESTON PAUL belum final.....


        Pasti FRENLY-TUNAS........


        From mobile
      6. 27.03.2013,
        20:19
        melki fernandez
        harapan kami rakyat kecil kalau bisa satu putaran, biar tidak membuat sibuk kami rakyat kecil, dan tidak menghabiskan unag rakyat.mendingan uang itu dibagikan untuk rakyat kecil yang masih serba kekurangan..... From mobile
      7. 27.03.2013,
        13:08
        pakoma
        ayo kita dukung pasangan sesuai dgn ketulusan hati kita memilih.....semangat NTT
      8. 27.03.2013,
        12:34
        dedy S. jahapay
        semakain seru,,,,
        yang terbaik akan terpilih
      9. 27.03.2013,
        12:29
        elvy maryati
        ayo mari ktong smua org timor ber1 mendukung eston n paul. From mobile
      10. 27.03.2013,
        11:55
        Alin
        hitung suara tu yg jujur, biar tdk terjadi 2 kali putaran. Biar anggaran tsb dapat disalurkan pada rakyat yg membutuhkan. From mobile