Kamis, 31 Juli 2014 | 10:20:56
Home / Pendidikan / Pemerintah Janji Guru Tetap Mendapat Tempat

Kamis, 28 Maret 2013 , 07:23:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjanjikan puluhan ribu posisi para guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) beserta sertifikasinya tetap aman.

Mata pelajaran TIK yang ada di tingkat SMP dan SMA memang dihapuskan dalam Kurikulum 2013 yang akan berlaku Juli 2013 ini.

Wakil Mendikbud, Musliar Kasim, menegaskan tidak ada guru yang dirugikan saat Kurikulum terbaru itu berlaku.

"Guru TIK akan kita kembalikan (ke posisi sebelumnya). Sebab sebelumnya kan memang ada yang dari guru Fisika, Matematika, dan lainnya," ujarnya saat menerima para demonstran yang menolak Kurikulum 2013 dari Aliansi Revolusi Pendidikan di gedung Kemendikbud, Jakarta, kemarin. 

Musliar juga memastikan sertifikat para guru TIK itu tidak batal. Sertifikasinya akan melekat pada guru masing-masing sehingga masih bisa digunakan saat dibutuhkan untuk mata pelajaran yang sama.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang saat ini sedang berlaku, TIK merupakan salah satu mata pelajaran di tingkat SMP dan SMA. Namun dalam Kurikulum 2013 TIK menjadi salah satu yang tidak lagi diajarkan sebagai mata pelajaran karena dianggap sebagai sarana untuk belajar pada mata pelajaran lainnya.

Maka muncul keresahan karena banyak guru TIK tersertifikasi yang terancam tidak mendapat ruang mengajar. Para guru TIK di sekolah negeri dan berstatus PNS dinilai relatif aman namun guru swasta banyak merenungi nasib.

"Di Jakarta saja guru TIK ada 1.700 orang. Dan mereka banyak dari jurusan TIK dari universitas lho. Terus bagaimana nasibnya?" kata Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listiarti.

Belum ada data berapa jumlah pasti jumlah guru TIK di Indonesia. Namun, menurut Retno, rata-rata setiap sekolah di tingkat SMP dan SMA memiliki dua guru mata pelajaran itu.

"Dijumlah saja berapa banyak SMP dan SMA nah guru TIK itu dikalikan dua dari jumlah sekolah itu. Sekitar itu jumlahnya," tuturnya.

Data Kemendikbud menunjukkan jumlah SMP di Indonesia mencapai 37.349 unit dan SMA serta SMK total sedikitnya sebanyak 18.357 unit.

"Itu baru guru TIK. Bagaimana dengan guru Bahasa Inggris? Sebagai di Kurikulum 2013 ada pengurangan jam mata pelajaran ini dari semula 180 jam per minggu menjadi 90 jam per minggu. Bagaimana nanti gurunya? Padahal sekarang saja sudah bersaing karena jam mengajarnya terbatas," ulas Retno.

Aliansi Revolusi Pendidikan yang terdiri atas FSGI, Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ), Indonesia Corruption Watch (ICW), dan beberapa unsur terkait lainnya kemarin menyatakan penolakan pemberlakuan Kurikulum 2013 dalam waktu dekat ini.

Monitoring Pelayanan Publik ICW, Febri Hendri, mengatakan pihaknya mengajukan tiga tuntutan yaitu menghentikan proses kurikulum 2013, menghapuskan ujian nasional sebagai standar kelulusan siswa, dan menghilangkan segala bentuk praktek komersialisasi pendidikan.

"Kami melihatnya pemerintah terlalu tergesa-gesa dalam penerapan Kurikulum 2013 ini," kata dia.

Staf Ahli Mendikbud, Abdullah Alkaff, menjelaskan perumusan Kurikulum 2013 mengacu paad Undang Undang Sidiknas sebagai filosopinya. Sebab jika tidak mengacu kepada itu maka apapun yang dilakukan akan salah.

"Saya kira pemerintah sudah merumuskan yang terbaik untuk siswa agar masa depan Indonesia lebih baik. Kita sadari sistem pendidikan yang ada selama ini banyak kesalahan maka kita perbaiki dengan ini. Kita jadikan Kurikulum 2013 sebagai pintu gerbang ke arah perbaikan," ucapnya.(gen)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        04:55
        cheap seo services
        7IV2Nr Looking forward to reading more. Great blog article.Really thank you! Fantastic. From mobile
      2. 25.06.2014,
        04:55
        nice penalty removal
        hliiXN Hey, thanks for the article post.Much thanks again. Really Great. From mobile
      3. 05.04.2014,
        10:48
        best money here
        J0y7hV Thanks-a-mundo for the article post.Much thanks again. Fantastic. From mobile
      4. 30.07.2013,
        23:37
        dina shop
        Produk dijamin asli.
        Dina Shop : Barang yang Kami Tawarkan Semuanya Barang ASLI ORGINAL Garansi Resmi Distributor dan gransi TAM.
        Semua Produk Ka
      5. 12.07.2013,
        07:33
        iid
        coba lihat link ini mgk bisa mjd solusi...!
        http://dayasaingsek olah.blogspot.com/2013/05/solu si-kurikulum-2013-guru-tik-men cetak.html
      6. 04.07.2013,
        06:02
        Imam Suprantiyo
        Bismillahirrohmanirrohim
        Assal amu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...
        Mendengar dan membaca kurikulum baru tersebut saya hanya bisa pasrah
      7. 30.06.2013,
        17:48
        hartini
        gmn nasib sy stlh wisuda besok,,sdgkn dsini susah cri pkerjaan gr2 kurikulum 2013..mw dkmnain mahasiswa2 skrg,,,,pa ya pengangguran mkin bertambah,,mending da lapangan kerja,,,,pntesan bxk org prgi ke luar negri untuk mncari pkrjaan,,,coba dipkirkan pemuda pemudi masa dpan,,,,,smg ALLAH memberikan jln terbaek buat kmi yg lain jurusan yg tdk diterapkn,,,,,,ALLAHU AKBAR.......
        Tdk sesuai keadaan manusia,,,
      8. 03.06.2013,
        17:37
        Yusri Mansjur
        pemerataan guru perlu diperhatikan agar rasio beban mengajar guru repenuhi 24 jam perminggu dengan pementauan dr Diknas prov dan Kab, Kota.
      9. 01.06.2013,
        19:24
        guru yg didzolimi
        katanya kita menyongsong perdagangan bebas dan mau bersaing dengan dunia barat ,tp knapa bahasa inggris malah dikurangi dan dihilangkan di sd kn bahasa inggris itu bahasa internasional
      10. 30.05.2013,
        16:02
        neta
        mengorbankan ribuan orang untu satu menteri, dibalik aja gimana, korbankan aja menterinya untuk menyelamatkan anak bangsa dan guru gurunya