Kamis, 17 April 2014 | 04:56:03

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Home / Pendidikan / Kemdikbud Dituding tak Paham Pendidikan Karakter

Rabu, 19 Juni 2013 , 10:57:00

RELATED NEWS

JAKARTA - Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan Rp 16 miliar sisa anggaran kurikulum 2013 untuk penguatan pendidikan karakter menuai kritik dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). FSGI menilai jajaran Kemdikbud tak paham soal pendidikan karakter.

Sebagaimana dikatakan Mendikbud Mohammad Nuh saat rapat kerja dengan Komisi X DPR Selasa (19/6), sebagian sisa anggaran kurikulum dialokasinya untuk penguatan karakter di jenjang SD, SMP dan SMA. Bentuknya berupa kegiatan pramuka, olah raga, dan sarana ibadah sekolah.

"Kalo merujuk kalimat Menteri (M Nuh) maka tampak jajaran kemendikbud tidak memahami tentang pendidikan karakter yang dimasukkan secara paksa," kata Sekjen FSGI Retno Listiyarti dikonfirmasi JPNN.COM, Rabu (19/6).

Dengan pemikiran seperti ini, tegasnya, Mendikbud terkesan main tabrak antara karakter dengan pengetahuan yang dituangkan dalam KI (kompetensi inti) dan KD (kompetensi dasar) dalam dokumen kurikulum 2013.

"Bagi saya ini bukan soal double budgeting tapi lebih pada ketidak pahaman si penyusun kurikulum terhadap pendidikan karakter itu sendiri. Sehingga budget kemudian dialihlan pada penguatan karakter ke kegiatan ekskul seperti pramuka," ujarnya.

Dalam usulan Mendikbud inipula Retno melihat adanya double budgeting pada perbaikan kelas dan pengadaan ruang kelas baru karena seharusnya ini masuk dalam budget pembagunan sarana fisik. Bila Kemdikbud ingi menguatkan karakter siswa, seharusnya tidak lari ke proyek fisik tapi dialihlan untuk pembangunan kapasitas guru sebagai motor pendidikan.

"Kualitas guru yang rendah disebabkan salah satunya oleh kurangnya pelatihan. Hasil survey FSGI tahun 2012 menemukan guru SD di 29 kota/kabupaten, 62 persen tidak pernah ikut pelatihan sampai menjelang pensiun," pungkasnya.(fat/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 30.07.2013,
        05:32
        maslani
        Mudah-mudahan dunia pendidikan Indonesia tidak terseret dengan arus pencintraan menghadapi 2014
      2. 22.06.2013,
        20:49
        budi
        taunya tu proyek proyek proyeeeeeek ........ !!!!! To rajoell arifin, YG PALING TAU TU GURU YG NGAJAR DI KELAS BRO !!!
      3. 20.06.2013,
        15:20
        tomien
        saya usul perbanyak contoh2 model pembelajaran,model pend karakter yg baik n buat dlm bentuk video.Sebarkan ke sklh2, jgn workshop terus, boros!
      4. 20.06.2013,
        07:20
        hardi
        karak..............ter (nasi yang mengering, gugon tuhon ning kok correlated tenan)
      5. 20.06.2013,
        06:35
        fadly pulau laut
        Setuju untuk statemen bahwa banyak guru yang tidak ikut pelatihan. Didaerah, untuk guru yang dikirim pelatihan selalu itu-itu saja orangnya, dan hampir tidak ada pengimbasan. Pihak yang terkait mengirim guru yang dikenal dan dekat saja, sehingga banyak guru yg dipelosok tertinggal info. From mobile
      6. 19.06.2013,
        22:07
        tajoell arifin
        MARI BERHATI LAPANG. YANG MEMBUAT KURIKULUM 2013 LEBIH TAU TUJUAN. LEBIH PAHAM TENTANG KARAKTER.

      此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

      获取 Adobe Flash Player