‚Äč
Selasa, 03 Maret 2015 | 06:07:04

Selasa, 19 November 2013 , 09:35:00

GORONTALO – Para dokter Spesialis kandungan se-Gorontalo mogok praktek selama tiga hari. Terhitung mulai Senin (18/11) kemarin hingga Rabu (20/11) besok, mereka yang tergabung dalam POGI (Persatuan Obstertri dan Ginekologi Indonesia) ini sepakat untuk tidak membuka praktek sebagaimana yang dilakukan para dokter di Manado, Sulawesi Utara.

Aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap teman sejawat mereka, dr Dewa Ayu Sasiary Prawan, dokter spesialis kandungan yang divonis 10 bulan penjara dengan tuduhan melakukan malpraktek terhadap salah seorang pasiennya di Manado.

Pantauan Gorontalo Post (Grup JPNN)  kemarin, semua tempat praktek para dokter kandungan di Kota Gorontalo tutup. Demikian pula halnya di Kabupaten Pohuwato. Satu-satunya dokter kandungan di Pohuwato, dr. Agus Hasan Sp.OG juga menutup tempat prakteknya.

"Ini bentuk solidaritas kami sesama profesi. Namun bukan berarti mogok, kami ikut berkabung atas apa yang dialami sejawat kami," ujar dr. Agus ketika ditemui Gorontalo Post di RSUD Pohuwato.

Dokter yang sukses meraih predikat Spesial Obstetri dan Gynekologi tahun 2012 ini berharap agar apa yang dialami oleh dr. Dewa Ayu Sp.OG bisa segera selesai.

Namun para dokter ini tetap melaksanakan tugasnya di rumah sakit.  “Hanya praktek yang tutup selama tiga hari,” ujar salah seorang dokter yang enggan namanya dikorankan.

Berbeda dengan dokter kandungan, para dokter lainnya sepakat untuk tidak mogok praktek.  Namun para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu mengecam kriminalisasi terhadap dokter.

Mereka menggelar aksi solidaritas  berlangsung tepat pukul 11:00 wita ini,  dengan mengunakan pakaian hitam-hitam berkumpul dan mengelar doa bersama untuk dokter ahli kandungan dr Dewa Ayu Sasiary Prawan. Selain mengelar doa, para dokter juga membubuhkan tanda tangan diatas kain putih sebagai bentuk dukungan terhadap dokter yang saat ini menjalani proses tahanannya.

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar