Perusahaan Jogja Bawa Nama Indonesia di Jerman

Tiga Perusahaan Tanah Air Unjuk Gigi di Hannover Messe 2015

Perusahaan Jogja Bawa Nama Indonesia di Jerman
YPTI ( Yogya Presisi Teknikatama Industri) yang unjuk gigi di Hannover Messe 2015. FOTO: ist for JPNN.com

jpnn.com - PAMERAN industri terbesar dan paling bergengsi di dunia kembali dihelat di Hannover, Jerman. Ajang tersebut adalah Hannover Messe 2015. Sekitar 5.000 peserta dari seluruh dunia ikut memeriahkan pameran yang digelar sejak 13 hingga 17 April tersebut. Tiga di antaranya dari Indonesia. 

Salah satu peserta dar Indonesia itu berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Yakni YPTI ( Yogya Presisi Teknikatama Industri ). YPTI adalah sebuah perusahaan industri manufaktur yang spesialisasinya mold making, checking fixture dengan fasilitas mesin CNC 5 axis - 3 D scaner. Delegasi dari YPTI dipimpin oleh Prasetyo Yulianto.

Pria yang akrab disapa Tiyo itu mengatakan, jika dilihat dari data pameran yang menunjukkan dari 5.000 peserta, hanya tiga yang berasal dari tanah air menunjukkan bahwa Indonesia tidak begitu terlihat di Eropa. Dengan demikian persaingan pengusaha Indonesia untuk menembus market Eropa sangat ketat.

“Kita melihat banyak order dari Eropa malah masuk ke India dan Tiongkok. mulai dari Casting - pengecoran (didominasi investment casting), machining, dan beberapa produk plastik. Bahkan sudah ada beberapa yang order part jadi dari India ataupun Tiongkok,” kata dia.

Sebetulnya, kata Tiyo, Eropa tertarik untuk bisa investasi ataupun mengerjakan produk yang bersifat masal produk di Asia, karena bisa menghemat biaya produksi. “Kebanyakan mereka mulai melirik ke Asia Tenggara, terutama Indonesia dan Vietnam,” ujar Tiyo.

Sementara itu Direktur PT YPTI  Petrus Tedja Hapsoro menyatakan bahwa tujuan mengikuti hannover messe 2015 ini adalah menunjukkan pada dunia, bahwa Indonesia adalah negara yang mampu produksi dan menguasai teknologi. “Selama ini kita dipandang miring sebagai negara nonproduksi dan nonteknologi,” kata Petrus.

Kata dia, dengan ikut pameran tersebut, Indonesia bisa menunjukan teknologi yang ada di tanah air kepada Eropa. Nah, begitu negara-negara Eropa bisa tertarik untuk berinvestasi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar di sana. “Dengan begitu kita bisa belajar teknologi yang mereka (Eropa) terapkan. Melihat perkembangan teknologi yang ada, kita tertinggal 20 tahun,” kata dia.

Ketua Delegasi YPTI - DIY Prasetyo " Tiyo " Yulianto menambahkan peran serta pemerintah memang sangat diperlukan untuk mendukung industri agar berkembang. Di Hannover Messe 2015 kami melihat pemerintah negara Eropa sangat mendukung, terutama India, Cina  yang sekarang mulai banyak tampil di Eropa.

PAMERAN industri terbesar dan paling bergengsi di dunia kembali dihelat di Hannover, Jerman. Ajang tersebut adalah Hannover Messe 2015. Sekitar 5.000

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News