Ahok: Kelas Menengah Abaikan Ancaman Demam Berdarah

Ahok: Kelas Menengah Abaikan Ancaman Demam Berdarah
gil jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan, masyarakat kelas menengah kurang peduli terhadap pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Hal ini terlihat dari sikap mereka yang tidak memperbolehkan kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) masuk ke rumah.

"Justru yang terjadi kelas menengah kita, apartemen, dan rumah mewah, mereka tidak izinkan kader Jumantik masuk ke dalam. Nah, ini yang perlu kami mulai lakukan sosialisasi," ujar Ahok usai melepas bus penyuluhan DBD dalam rangka hari Demam Berdarah se-ASEAN 2015 dan menuju Jakarta bebas DBD 2020 di Balai Kota, Jakarta, Senin (15/6).

Dia menjelaskan, jentik nyamuk penyebab DBD bersarang di air bersih. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengincar masyarakat kelas menengah dan atas untuk penyuluhan terkait DBD.

"Saya aja bisa kena DBD karena bekas dispenser air bersih bisa jadi tempat jentik nyamuk," ucap mantan Bupati Belitung Timur itu.

Bus penyuluhan DBD, sambung Ahok, akan beroperasi selama empat bulan untuk mensosialisasikan mengenai pencegahan DBD. "Kami betul-betul ingin Jakarta bebas DBD," ujar Ahok. (gil/jpnn)

 


JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan, masyarakat kelas menengah kurang peduli terhadap pencegahan demam berdarah dengue


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News