Dirut Sriwijaya Air Protes ke Jonan demi Kelangsungan NamAir

Dirut Sriwijaya Air Protes ke Jonan demi Kelangsungan NamAir
Direktur Utama Sriwijaya Air, Chandra Lie. Foto: Yessy Astrada/JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Direktur Utama Sriwijaya Air, Chandra Lie melayangkan surat protes ke Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan. Chandra merasa keberatan dengan aturan tentang syarat minimal kepemilikan pesawat sesuai UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Berdasarkan UU itu maka maskapai komersial berjadwal harus memiliki minimal lima pesawat sendiri dan lima pesawat yang dikuasai (sewaan). Namun, ketentuan itu dianggap memberatkan bagi anak usaha Sriwijaya Air, NamAir Indonesia.

Chandra mengatakan, NamAir sebagai maskapai yang berdiri tahun 2013, NamAir memang baru memiliki dua pesawat. Karenanya NamAir pun butuh waktu untuk memenuhi persyaratan dalam UU Penerbangan.

"Saya komplain ke Menhub karena NamAir pesawatnya masih dua. Beli mobil atau motor baru saja harus ada BPKB-nya dulu, beli rumah harus ada sertifikat. Itu kan butuh waktu. Apalagi ini beli pesawat," ujar Chandra di Jakarta, Selasa (7/7) malam.

Untungnya, kata Chandra menambahkan,  protesnya didengar Jonan. Mantan dirut KAI itu lantas memberikan dua opsi ke ke Chandra supaya NamAir bisa memenuhi standar kepemilikan jumlah pesawat.

"Saya tahu dia (Jonan) keras pendiriannya, tapi bijak dan masih mau dengr apa yang saya sampaikan. Pak Jonan kasih pilihan akhirnya, kamu hibahkan (pesawat Sriwijaya) atau merger saja. Hanya dua itu pilihannya. Ke depan, NamAir saya harapkan sudah punya 10 pesawat milik," ujarnya.(chi/jpnn)


JAKARTA - Direktur Utama Sriwijaya Air, Chandra Lie melayangkan surat protes ke Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan. Chandra merasa keberatan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News