AS Desak Tiongkok Hentikan Pembangunan di Laut Cina Selatan

AS Desak Tiongkok Hentikan Pembangunan di Laut Cina Selatan
Ash Carter. Foto: AFP

jpnn.com - PEARL HARBOUR - Negara adidaya Amerika Serikat terus mendesak Tiongkok untuk menghentikan pembangunan pulau dan pembuatan daratan di gugusan Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan.

Bahkan, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Ash Carter, mengatakan Amerika Serikat akan menjadi kekuatan keamanan utama di kawasan Asia-Pasifik selama bertahun-tahun, dan karenanya ia menuntut Tiongkok agar segera menghentikan pembangunan pulau di Laut Cina Selatan.

Carter mengatakan dalam kunjungan ke Pearl Harbour, Hawaii, bahwa semua negara di Asia, termasuk Tiongkok, harus berhenti menggunakan kekuatan militer dalam sengketa gugusan pulau Spratly dan menyelesaikannya secara damai. 

Carter menekankan bahwa Amerika akan "terbang, berlayar dan beroperasi" di manapun hukum internasional membolehkannya. Tiongkok telah mematok tanah dan membangun pulau-pulau buatan di Spratly - sekelompok pulau yang juga diklaim kedaulatannya oleh beberapa negara Asia, termasuk di antaranya Tiongkok, Malaysia, Vietnam dan Filipina.
 
Tetapi Tiongkok dengan militernya yang kuat, telah jauh lebih agresif dalam menegaskan klaimnya. "Dengan aksi-aksinya di Laut Cina Selatan, Tiongkok melampaui wewenangnya, mengabaikan norma-norma internasional dalam menciptakan keamanan Asia-Pasifik dan menghormati konsensus regional dalam mendukung pendekatan yang santun dalam mengatasi pertikaian yang berkepanjangan ini," ujar Carter. 

Pekan lalu, Tiongkok memerintahkan sebuah pesawat pengintai Angkatan Laut AS yang terbang dekat kepulauan itu untuk meninggalkan wilayah tersebut. Menurut Pentagon, pesawat jet itu terbang di atas perairan internasional dan menolak untuk pergi.(voa/ray/jpnn)


PEARL HARBOUR - Negara adidaya Amerika Serikat terus mendesak Tiongkok untuk menghentikan pembangunan pulau dan pembuatan daratan di gugusan Kepulauan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News