1 Harimau Sinka Zoo Ditembak Pakai Peluru Tajam, 1 Lagi Masih Berkeliaran

1 Harimau Sinka Zoo Ditembak Pakai Peluru Tajam, 1 Lagi Masih Berkeliaran
Ilustrasi - Harimau Sumatera liar yang diberi nama Ida berada di dalam kerangkeng di kawasan Conservation Respon Unit (CRU) Desa Naca, Trumon Tengah, Aceh Selatan, Provinsi Aceh pada Senin (15/6/2020). Pemberian nama Ida diambil dari nama dusun dimana harimau Sumatera itu diselamatkan. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/pras.

jpnn.com, SINGKAWANG - Satu dari dua ekor harimau yang lepas dari kandangnya di kebun binatang Sinka Zoo, Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) ditembak menggunakan peluru tajam, Sabtu (6/2).

Satu ekor harimau lainnya yang sama-sama lepas dari kandang di Sinka Zoo, saat hujan deras yang menyebabkan longsor di kawasan kandang hewan buas tersebut pada Jumat sore (5/2) masih dicari.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan proses pelumpuhan satwa tersebut terpaksa dilakukan dengan tembakan peluru tajam, karana saat ditembak dengan obat bius, tidak memberikan pengaruh terhadap harimau tersebut.

"Terpaksa dilumpuhkan dengan peluru tajam karena saat akan dilumpuhkan harimau itu akan menyerang petugas dan dikhawatirkan membahayakan nyawa petugas dan masyarakat, mengingat insting pemburunya sudah kembali," kata Sadtata di Singkawang, Sabtu (6/2).

Tim BKSDA Kalbar memang telah turun ke lapangan untuk melakukan penangkapan dua karnivor yang lepas tersebut.

Tim yang diturunkan dilengkapi dengan senjata bius dan didukung oleh aparat TNI dan Polri.

Sadtata menjelaskan dalam menangani harimau yang lepas tersebut, pihaknya akan semaksimal mungkin mengupayakan keselamatan harimau maupun anggota serta masyarakat.

"Namun, kami tetap mengutamakan keselamatan jiwa manusia itu yang nomor satu dan sekarang masih belum selesai. Satu ekor sudah berhasil di lumpuhkan, tinggal satu ekor harimau lagi," ujarnya.

Satu dari dua harimau yang lepas dari Sinka Zoo Singkawang masih berkeliaran. Satu lainnya sudah dilumpuhkan dengan peluru tajam. Pencarian masih berlanjut.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News