1 Puskesmas dan 3 Pustu Ditutup, Amran: Ibu-ibu Berdosa Pada Masyarakat

1 Puskesmas dan 3 Pustu Ditutup, Amran: Ibu-ibu Berdosa Pada Masyarakat
DPRD Padang menggelar hearing membahas permasalahan 23 tenaga kesehatan yang dimutasikan yang disinyalir tidak sesuai prosedur, di Padang, Senin (2/8/2021). Antarasumbar/Mutiara Ramadhani

jpnn.com, PADANG - Anggota DPRD Kota Padang Amran Tono terlihat geram dengan pelayanan dasar kesehatan terhadap masyarakat di Bungus Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat.

Kegeraman anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra itu dikemukakan saat DPRD Kota Padang menggelar rapat dengar pendapat terkait mutasi 23 tenaga kesehatan (nakes).

Rapat digelar bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Padang yang dihadiri Asisten Edy Hasymi, Dinas Kesehatan Padang, BKSDM dan unsur lainnya, di Padang, Senin.

"Ibu-ibu berdosa kepada masyarakat karena mengabaikan pelayanan dasar, kesehatan dasar kepada masyarakat di sana."

"Saya minta pimpinan dan pemkot menyelesaikan persoalan ini," ujar Amran kepada pihak Dinas Kesehatan Padang.

Amran merasa geram karena berdasarkan sidak Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani baru-baru ini, ada satu puskesmas dan tiga puskesmas pembantu (pustu) yang tutup dan tidak memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

"Saya lihat ini tidak hanya terjadi di Bungus yang merupakan daerah pemilihan saya, tetapi juga di beberapa daerah lain di Kota Padang."

"Jangan gara-gara ego dan kepentingan jabatan, pelayanan ke masyarakat terganggu," ujar Amran.

Satu puskesmas dan 3 puskesmas pembantu ditutup, Amran mengingatkan dosa besar pada masyarakat.

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News