100 Hari Kepemimpinan, Ratu Atut Dinilai Gagal

100 Hari Kepemimpinan, Ratu Atut Dinilai Gagal
100 Hari Kepemimpinan, Ratu Atut Dinilai Gagal
BUKAN hanya persoalan jalan rusak yang tak mampu ditangani Ratu Atut Chosiyah, yang menjabat untuk kali kedua menjadi Gubernur Banten. Tapi banyak bidang lainnya. Contohnya, target Pemprov Banten pada 2011 bisa menekan pengangguran menjadi 620 ribu orang, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2007-2012. Target itu jauh dari harapan.

 

Kondisi ini sangat disayangkan sejumlah kalangan dan dianggap kegagalan 100 hari pemerintahan Atut-Rano. Sekedar informasi berdasarkan  indikator pembangunan makro Provinsi Banten, pengangguran di daerah itu berjumlah 680.564 orang. ”Pemprov Banten kami nilai gagal membangun kesehatan dan ekonomi warga. Selain masih tingginya pengangguran berdasarkan data BPS, masih banyak penderita gizi buruk yang tidak tertangani atau meninggal,” ujar Usep Saepudin, aktivis mahasiswa dari Komunitas Soedirman 30.

Dia juga menilai, tak tercapainya sejumlah target RJPMD Banten salah satu bukti lemahnya kepemimpinan Atut. Bahkan kata dia, keberadaan Rano Karno yang menjadi Wakil Gubernur untuk periode 2012-2017 tak cukup berpengaruh. Hal itu terbukti, masih banyaknya target RJPMD yang tak tercapai pada 100 hari kepemimpinan keduanya.

Untuk diketahui, dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Banten Tahun Anggaran 2011 yang dibacakan dalam rapat paripurna DPRD Banten, Rabu (18/4) lalu, Atut mengaku jumlah pengangguran sulit ditekan. Dia beralasan itu terjadi lantaran urbanisasi. ”Banten itu ibarat gula, selalu jadi magnet pencari kerja,” kilahnya.

BUKAN hanya persoalan jalan rusak yang tak mampu ditangani Ratu Atut Chosiyah, yang menjabat untuk kali kedua menjadi Gubernur Banten. Tapi banyak

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News