100 Jamaah di Masjid 24 Jam, Tarawih Dilaksanakan Dini Hari

100 Jamaah di Masjid 24 Jam, Tarawih Dilaksanakan Dini Hari
Jamaah Masjid Abu Bakar Kota Kendari yang melaksanakan itikaf, kemarin (27/6). Ada yang berdiam selama 10 hari, ada juga yang hanya bertahan 24 jam. Foto: Hadrian Indra Mapa/Kendari Pos/JPNN.com

Mardin mengisahkan, jamaah yang itikaf di Masjid Abu Bakar didominasi oleh anggota Wahdah Islamiyah. Itu menjadi agenda rutin setiap memasuki 10 malam terakhir Ramadan. Tahun ini, peserta itikaf di masjid itu mencapai seratus orang.

Mereka memutuskan meningglakan aktivitas dunianya demi mendapatkan malam kemuliaan, malam Lailatul Qadar. "Alhamdulillah peserta itikaf tahun ini mencapai 100 orang. Terdiri dari 60 ikhwan (laki-laki) dan 40 akhwat (perempuan), " ujar Mardin.

Mardin menuturkan, selama 10 malam terakhir Ramadan berbagai program ibadah yang dilakukan seluruh peserta itikaf. Seperti, salat tarwih pukul 02.00 wita dengan bacaannya imam sebanyak satu juz. Ada pula yang tadarus, kultum, berdzikir dan berbagai kegiatan ibadah lainnya.

Ibadah itikaf bertujuan mulia yaitu untuk menggapai malam Lailatul Qadar yang punya keutamaan ibadah yang dilakukan lebih baik daripada 1000 bulan. Itulah, motivasi terbesar kaum muslimin memanfaatkan waktu terbilang langka ini. 

Senada diutarakan Ikhwan Kapai. Koordinator Itikaf di Masjid Ar Raufur Rahim ini menuturkan, tahun ini peserta itikaf di masjid itu, semakin bertambah seiring mulai banyaknya umat Islam yang menghidupkan itikaf. 

"Alhamdulillah tahun ini, peserta itikaf mencapai 50 orang untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar," ujarnya. Ia pun berharap itikaf kali ini mendapatkan berkah dari Allah. (*/b/sam/jpnn) 


SERATUSAN jamaah Masjid Abu Bakar dan Masjid Ar Raufur Rahim Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menghabiskan malam-malamnya dengan beritikaf di masjid.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News